RESENSI FILM - THE GOLDEN COMPASS
Judul : The Golden Compass ( Kompas Emas )
Produser : Deborah Forte, Bill Carraro
Penulis Naskah :Phillip Pullman
Sutradara : Chris Weitz, Anand Tucker
Editor : Peter Honess, Anne V.Coates, Kevin Tent
Musik : Alexandre Desplat
Distributor : New Line Cinema
Kompas Emas
Film Hollywood Baru yang di keluarkan oleh “ New Line Cinema “ yang di realize pada tanggal “ 07 Desember 2007 ”ini adalah sebuah film petualangan seru yang pembuatannya berlokasi di Inggris. Yang di sutradarai oleh Chris Weitz dan Anand Tucker. Film ini disesuaikan dari serial buku “ His Dark Materials “ , salah satu karya fiksi dari Phillip Pullman yang terjual lebih dari 9 juta eksemplar.
Lyra Belacqua ( Dakota Blue Richards ), adalah seorang gadis cilik yatim piatu yang berumur 12 tahun, ia dirawat di Jordan College,Oxford. Lyra hidup bahagia bersama para cedikiawan dan sarjana-sarjana disana. Sehari-harinya, ia bermain dengan Roger, anak laki-laki lokal yang juga tinggal di sekitar situ. Kadang ia pun suka menjahili para professor disana. Dalam cerita ini, setiap manusia memiliki teman sejiwa bagaikan roh yang selalu mengikuti kita, namanya daemon.Daemon ini digambarkan dalam bentuk binatang.Lyra pun memiliki Daemon yang bernama Pantalaimon.
Pada suatu saat, Lyra menguping sebuah diskusi rahasia antara pamannya Lord Asriel dengan para sarjana disana.Mereka memperbincangkan dunia-dunia lain selain yang mereka tinggali, dan juga partikel aneh yang memiliki kemampuan luar biasa.Partikel itu biasa disebut bubuk ajaib yang hanya ditemukan di belahan bumi bagian utara. Jika seseorang memiliki bubuk ajaib tersebut, maka ia akan dapat menguasai seluruh alam semesta, dan mempersatukan seluruh dunia yang berbeda-beda. Namun tentunya akan ada beberapa pihak yang sangat tidak menyukai efek dari bubuk tersebut. Mereka akan menghalangi dan memusnahkan bubuk ajaib tersebut dengan cara apapun.
Pada satu waktu, tiba-tiba banyak anak-anak di kawasan itu menghilang begitu saja.Diduga kuat itu adalah ulah Gobbler. Hingga sahabat setia Lyra, Roger pun ikut menghilang, kali ini Lyra tak lagi bisa diam. Ia bertekad untuk menemukan Roger. Maka, ia dan Daemonnya, Pantalaimon, menyusun rencana dan strategi untuk mengadakan perjalanan demi menemukan Roger.
Sebelum Lyra pergi, pimpinan Jordan college (Jack Shepherd) memperkenalkannya dengan Nyonya Coulter (Nicole Kidman) yang sangat cantik.Kemudian, Lyra tinggal bersama nyonya Coulter.Pagi hari saat Lyra hendak meninggalkan Jordan College, pimpinan Jordan College memanggilnya secara rahasia ke ruang kantornya. Ternyata ia mengamanahkan sebuah alat aneh kepada Lyra untuk Lyra simpan dan digunakan ketika di butuhkan. Alat itu bernama Alethiometer.Alethiometer adalah alat ajaib yang dapat mengatakan kebenaran apapun yang ingin ditanyakan.Pimpinan Jordan College meminta kepada Lyra untuk menjaga alat itu dengan hati-hati dan tak memberikannya pada siapapun.
Setelah beberapa lama tinggal bersama Nyonya Coulter yang selalu terlihat sibuk dengan perusahaannya, Lyra akhirnya mengetahui keburukan Nyonya Coulter yang ternyata terlibat sepenuhnya dalam the General Oblation Board, sebuah organisasi yang tak lain adalah kumpulan Gobbler. Karena merasa masuk sarang penyamun, Lyra melarikan diri dari tempat nyonya Coulter.
Dalam pelariannya, ia bertemu dengan seorang Gypsi yang baik hati bernama Ma Costa (Clare Higgins). Sejak saat itu, ia hidup bersama para Gypsi dan berkenalan dengan pemimpinnya yaitu John Faa (Jim Carter) dan penasehatnya Farder Cordam (Tom Courtenay). Disanalah Lyra mengetahui asal usulnya, bahwa ternyata Lord Asriel adalah ayah kandungnya.Dan yang lebih mengejutkan lagi, ternyata ibu kandungnya adalah Nyonya Coulter.Ia juga mengetahui bahwa saat ini Lord Asriel diculik dan ditahan di kerajaan beruang dengan penjagaan yang sangat ketat.
Demi niat baik, para Gypsi itu berencana hendak mengirimkan orang-orang terbaiknya ke arah utara, di Bolvangar, markas para Gobbler, untuk menyelamatkan anak-anak yang telah diculik. Lyra bersikeras untuk ikut dalam perjalanan para Gypsi tersebut, ia berharap dapat menemukan Roger dan ayahnya. Selama mereka menempuh perjalanan ke utara, mereka dipertemukan oleh seorang ratu penyihir, Serafina Pekkala (Eva Green), dan seekor beruang besar bernama Lorek Byrnison (Pengisi Suara : Nonso Anozie) yang telah keluar dari kerajaannya dan kemudian menawarkan jasanya untuk menolong rombongan tersebut. Mereka juga bertemu dengan penerbang Texan Lee Scoresby(Sam Elliot), yang nantinya akan membantu mereka dalam peperangan.Namun sialnya, ditengah perjalanan, Lyra justru ditangkap para pedagang anak-anak dan dibawa ke Bolvangar, tempat anak-anak diculik.Ternyata disana Lyra bertemu dengan Roger.
Kemudian akhirnya ia mengetahui motif para Gobbler menculik anak-anak, yaitu hendak memisahkan mereka dengan daemonnya. Kemudian Lyra dan Roger mulai menyusun rencana untuk melepaskan anak-anak lain yang sedang diculik.Dengan bantuan para Gypsi, ratu penyihihr, Lorek dan Mr. Scoresby, akhirnya mereka dapat menyelamatkan anak-anak tersebut.
Namun perjuangan Lyra dan Roger tak berhenti sampai disini.Mereka hendak melanjutkan perjalanan ke daratan Svalbard, tempat dimana kerajaan beruang berada.Kali ini, mereka ditemani oleh Lorek dan Mr. Scoresby.Disana, Lorek bertempur melawan raja beruang, yang pada akhirnya menetapkan Lorek sebagai pemenang dan pemegang tahta tertinggi kerajaan beruang selanjutnya.Dan Lyra pun akhirnya bertemu dengan ayah kandungnya.
Karena kelelahan setelah mengadakan perjalanan dan petualangan yang panjang, Lyra dan Roger pun istirahat dan terlelap dalam tidur. Namun ketia ia bangun, Lord Asriel telah meninggalkannya dan membawa Roger. Dengan bantuan Lorek, ia hendak mengejar dan menangkap ayahnya. Namun semuanya telah terlambat. Ayahnya telah menggunakan kekuatan yang luar biasa yang berasal dari terpisahnya Roger dengan daemonnya, hingga akhirnya Roger tewas. Roger dibuat tumbal untuk membuka gerbang menuju dunia baru.
Keungglan dari Film The Golden Compass adalah banyaknya nilai moral yang termuat dalam cerita ini. Rasa solidaritas dan kesetiakawanan teman-teman perjuangan Lyra patut dijadikan contoh.Dan juga kedewasaan yang luar biasa dari seorang gadis cilik, Lyra dalam menghadapi realita yang tak selalu cerah dalam hidupnya.Lyra mampu mengesampingkan egonya untuk menyelamatkan ayah kandung yang merahasiakan identitasnya. Nyali dan keberanian Lyra pun patut diacungi jempol, terlepas dari banyaknya pendukung yang membantunya dan juga berkat kompas ajaib alethiometer.Dan kelemahan dari Film ini adalah endingnya yang menurut saya kurang jelas atau bersifat seperti menggantung dan kurang memuaskan.
Jadi, Film The Golden Compas adalah Film yang layak di saksikan oleh segala kalangan umur karena kaya akan imajinasi dan fiksi yang cukup menghibur sehingga tidak membuat penonton menjadi bosan dan jenuh ketika menyaksikan film ini.
Personal Blog from Indonesian ELF (Ever Lasting Friends) from Indonesia. Always Proud to be an ELF Always Love SUPER JUNIOR
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senin, 02 Januari 2012
Resensi Film The Golden Compas
RESENSI FILM - THE GOLDEN COMPASS
Judul : The Golden Compass ( Kompas Emas )
Produser : Deborah Forte, Bill Carraro
Penulis Naskah :Phillip Pullman
Sutradara : Chris Weitz, Anand Tucker
Editor : Peter Honess, Anne V.Coates, Kevin Tent
Musik : Alexandre Desplat
Distributor : New Line Cinema
Kompas Emas
Film Hollywood Baru yang di keluarkan oleh “ New Line Cinema “ yang di realize pada tanggal “ 07 Desember 2007 ”ini adalah sebuah film petualangan seru yang pembuatannya berlokasi di Inggris. Yang di sutradarai oleh Chris Weitz dan Anand Tucker. Film ini disesuaikan dari serial buku “ His Dark Materials “ , salah satu karya fiksi dari Phillip Pullman yang terjual lebih dari 9 juta eksemplar.
Lyra Belacqua ( Dakota Blue Richards ), adalah seorang gadis cilik yatim piatu yang berumur 12 tahun, ia dirawat di Jordan College,Oxford. Lyra hidup bahagia bersama para cedikiawan dan sarjana-sarjana disana. Sehari-harinya, ia bermain dengan Roger, anak laki-laki lokal yang juga tinggal di sekitar situ. Kadang ia pun suka menjahili para professor disana. Dalam cerita ini, setiap manusia memiliki teman sejiwa bagaikan roh yang selalu mengikuti kita, namanya daemon.Daemon ini digambarkan dalam bentuk binatang.Lyra pun memiliki Daemon yang bernama Pantalaimon.
Pada suatu saat, Lyra menguping sebuah diskusi rahasia antara pamannya Lord Asriel dengan para sarjana disana.Mereka memperbincangkan dunia-dunia lain selain yang mereka tinggali, dan juga partikel aneh yang memiliki kemampuan luar biasa.Partikel itu biasa disebut bubuk ajaib yang hanya ditemukan di belahan bumi bagian utara. Jika seseorang memiliki bubuk ajaib tersebut, maka ia akan dapat menguasai seluruh alam semesta, dan mempersatukan seluruh dunia yang berbeda-beda. Namun tentunya akan ada beberapa pihak yang sangat tidak menyukai efek dari bubuk tersebut. Mereka akan menghalangi dan memusnahkan bubuk ajaib tersebut dengan cara apapun.
Pada satu waktu, tiba-tiba banyak anak-anak di kawasan itu menghilang begitu saja.Diduga kuat itu adalah ulah Gobbler. Hingga sahabat setia Lyra, Roger pun ikut menghilang, kali ini Lyra tak lagi bisa diam. Ia bertekad untuk menemukan Roger. Maka, ia dan Daemonnya, Pantalaimon, menyusun rencana dan strategi untuk mengadakan perjalanan demi menemukan Roger.
Sebelum Lyra pergi, pimpinan Jordan college (Jack Shepherd) memperkenalkannya dengan Nyonya Coulter (Nicole Kidman) yang sangat cantik.Kemudian, Lyra tinggal bersama nyonya Coulter.Pagi hari saat Lyra hendak meninggalkan Jordan College, pimpinan Jordan College memanggilnya secara rahasia ke ruang kantornya. Ternyata ia mengamanahkan sebuah alat aneh kepada Lyra untuk Lyra simpan dan digunakan ketika di butuhkan. Alat itu bernama Alethiometer.Alethiometer adalah alat ajaib yang dapat mengatakan kebenaran apapun yang ingin ditanyakan.Pimpinan Jordan College meminta kepada Lyra untuk menjaga alat itu dengan hati-hati dan tak memberikannya pada siapapun.
Setelah beberapa lama tinggal bersama Nyonya Coulter yang selalu terlihat sibuk dengan perusahaannya, Lyra akhirnya mengetahui keburukan Nyonya Coulter yang ternyata terlibat sepenuhnya dalam the General Oblation Board, sebuah organisasi yang tak lain adalah kumpulan Gobbler. Karena merasa masuk sarang penyamun, Lyra melarikan diri dari tempat nyonya Coulter.
Dalam pelariannya, ia bertemu dengan seorang Gypsi yang baik hati bernama Ma Costa (Clare Higgins). Sejak saat itu, ia hidup bersama para Gypsi dan berkenalan dengan pemimpinnya yaitu John Faa (Jim Carter) dan penasehatnya Farder Cordam (Tom Courtenay). Disanalah Lyra mengetahui asal usulnya, bahwa ternyata Lord Asriel adalah ayah kandungnya.Dan yang lebih mengejutkan lagi, ternyata ibu kandungnya adalah Nyonya Coulter.Ia juga mengetahui bahwa saat ini Lord Asriel diculik dan ditahan di kerajaan beruang dengan penjagaan yang sangat ketat.
Demi niat baik, para Gypsi itu berencana hendak mengirimkan orang-orang terbaiknya ke arah utara, di Bolvangar, markas para Gobbler, untuk menyelamatkan anak-anak yang telah diculik. Lyra bersikeras untuk ikut dalam perjalanan para Gypsi tersebut, ia berharap dapat menemukan Roger dan ayahnya. Selama mereka menempuh perjalanan ke utara, mereka dipertemukan oleh seorang ratu penyihir, Serafina Pekkala (Eva Green), dan seekor beruang besar bernama Lorek Byrnison (Pengisi Suara : Nonso Anozie) yang telah keluar dari kerajaannya dan kemudian menawarkan jasanya untuk menolong rombongan tersebut. Mereka juga bertemu dengan penerbang Texan Lee Scoresby(Sam Elliot), yang nantinya akan membantu mereka dalam peperangan.Namun sialnya, ditengah perjalanan, Lyra justru ditangkap para pedagang anak-anak dan dibawa ke Bolvangar, tempat anak-anak diculik.Ternyata disana Lyra bertemu dengan Roger.
Kemudian akhirnya ia mengetahui motif para Gobbler menculik anak-anak, yaitu hendak memisahkan mereka dengan daemonnya. Kemudian Lyra dan Roger mulai menyusun rencana untuk melepaskan anak-anak lain yang sedang diculik.Dengan bantuan para Gypsi, ratu penyihihr, Lorek dan Mr. Scoresby, akhirnya mereka dapat menyelamatkan anak-anak tersebut.
Namun perjuangan Lyra dan Roger tak berhenti sampai disini.Mereka hendak melanjutkan perjalanan ke daratan Svalbard, tempat dimana kerajaan beruang berada.Kali ini, mereka ditemani oleh Lorek dan Mr. Scoresby.Disana, Lorek bertempur melawan raja beruang, yang pada akhirnya menetapkan Lorek sebagai pemenang dan pemegang tahta tertinggi kerajaan beruang selanjutnya.Dan Lyra pun akhirnya bertemu dengan ayah kandungnya.
Karena kelelahan setelah mengadakan perjalanan dan petualangan yang panjang, Lyra dan Roger pun istirahat dan terlelap dalam tidur. Namun ketia ia bangun, Lord Asriel telah meninggalkannya dan membawa Roger. Dengan bantuan Lorek, ia hendak mengejar dan menangkap ayahnya. Namun semuanya telah terlambat. Ayahnya telah menggunakan kekuatan yang luar biasa yang berasal dari terpisahnya Roger dengan daemonnya, hingga akhirnya Roger tewas. Roger dibuat tumbal untuk membuka gerbang menuju dunia baru.
Keungglan dari Film The Golden Compass adalah banyaknya nilai moral yang termuat dalam cerita ini. Rasa solidaritas dan kesetiakawanan teman-teman perjuangan Lyra patut dijadikan contoh.Dan juga kedewasaan yang luar biasa dari seorang gadis cilik, Lyra dalam menghadapi realita yang tak selalu cerah dalam hidupnya.Lyra mampu mengesampingkan egonya untuk menyelamatkan ayah kandung yang merahasiakan identitasnya. Nyali dan keberanian Lyra pun patut diacungi jempol, terlepas dari banyaknya pendukung yang membantunya dan juga berkat kompas ajaib alethiometer.Dan kelemahan dari Film ini adalah endingnya yang menurut saya kurang jelas atau bersifat seperti menggantung dan kurang memuaskan.
Jadi, Film The Golden Compas adalah Film yang layak di saksikan oleh segala kalangan umur karena kaya akan imajinasi dan fiksi yang cukup menghibur sehingga tidak membuat penonton menjadi bosan dan jenuh ketika menyaksikan film ini.
Judul : The Golden Compass ( Kompas Emas )
Produser : Deborah Forte, Bill Carraro
Penulis Naskah :Phillip Pullman
Sutradara : Chris Weitz, Anand Tucker
Editor : Peter Honess, Anne V.Coates, Kevin Tent
Musik : Alexandre Desplat
Distributor : New Line Cinema
Kompas Emas
Film Hollywood Baru yang di keluarkan oleh “ New Line Cinema “ yang di realize pada tanggal “ 07 Desember 2007 ”ini adalah sebuah film petualangan seru yang pembuatannya berlokasi di Inggris. Yang di sutradarai oleh Chris Weitz dan Anand Tucker. Film ini disesuaikan dari serial buku “ His Dark Materials “ , salah satu karya fiksi dari Phillip Pullman yang terjual lebih dari 9 juta eksemplar.
Lyra Belacqua ( Dakota Blue Richards ), adalah seorang gadis cilik yatim piatu yang berumur 12 tahun, ia dirawat di Jordan College,Oxford. Lyra hidup bahagia bersama para cedikiawan dan sarjana-sarjana disana. Sehari-harinya, ia bermain dengan Roger, anak laki-laki lokal yang juga tinggal di sekitar situ. Kadang ia pun suka menjahili para professor disana. Dalam cerita ini, setiap manusia memiliki teman sejiwa bagaikan roh yang selalu mengikuti kita, namanya daemon.Daemon ini digambarkan dalam bentuk binatang.Lyra pun memiliki Daemon yang bernama Pantalaimon.
Pada suatu saat, Lyra menguping sebuah diskusi rahasia antara pamannya Lord Asriel dengan para sarjana disana.Mereka memperbincangkan dunia-dunia lain selain yang mereka tinggali, dan juga partikel aneh yang memiliki kemampuan luar biasa.Partikel itu biasa disebut bubuk ajaib yang hanya ditemukan di belahan bumi bagian utara. Jika seseorang memiliki bubuk ajaib tersebut, maka ia akan dapat menguasai seluruh alam semesta, dan mempersatukan seluruh dunia yang berbeda-beda. Namun tentunya akan ada beberapa pihak yang sangat tidak menyukai efek dari bubuk tersebut. Mereka akan menghalangi dan memusnahkan bubuk ajaib tersebut dengan cara apapun.
Pada satu waktu, tiba-tiba banyak anak-anak di kawasan itu menghilang begitu saja.Diduga kuat itu adalah ulah Gobbler. Hingga sahabat setia Lyra, Roger pun ikut menghilang, kali ini Lyra tak lagi bisa diam. Ia bertekad untuk menemukan Roger. Maka, ia dan Daemonnya, Pantalaimon, menyusun rencana dan strategi untuk mengadakan perjalanan demi menemukan Roger.
Sebelum Lyra pergi, pimpinan Jordan college (Jack Shepherd) memperkenalkannya dengan Nyonya Coulter (Nicole Kidman) yang sangat cantik.Kemudian, Lyra tinggal bersama nyonya Coulter.Pagi hari saat Lyra hendak meninggalkan Jordan College, pimpinan Jordan College memanggilnya secara rahasia ke ruang kantornya. Ternyata ia mengamanahkan sebuah alat aneh kepada Lyra untuk Lyra simpan dan digunakan ketika di butuhkan. Alat itu bernama Alethiometer.Alethiometer adalah alat ajaib yang dapat mengatakan kebenaran apapun yang ingin ditanyakan.Pimpinan Jordan College meminta kepada Lyra untuk menjaga alat itu dengan hati-hati dan tak memberikannya pada siapapun.
Setelah beberapa lama tinggal bersama Nyonya Coulter yang selalu terlihat sibuk dengan perusahaannya, Lyra akhirnya mengetahui keburukan Nyonya Coulter yang ternyata terlibat sepenuhnya dalam the General Oblation Board, sebuah organisasi yang tak lain adalah kumpulan Gobbler. Karena merasa masuk sarang penyamun, Lyra melarikan diri dari tempat nyonya Coulter.
Dalam pelariannya, ia bertemu dengan seorang Gypsi yang baik hati bernama Ma Costa (Clare Higgins). Sejak saat itu, ia hidup bersama para Gypsi dan berkenalan dengan pemimpinnya yaitu John Faa (Jim Carter) dan penasehatnya Farder Cordam (Tom Courtenay). Disanalah Lyra mengetahui asal usulnya, bahwa ternyata Lord Asriel adalah ayah kandungnya.Dan yang lebih mengejutkan lagi, ternyata ibu kandungnya adalah Nyonya Coulter.Ia juga mengetahui bahwa saat ini Lord Asriel diculik dan ditahan di kerajaan beruang dengan penjagaan yang sangat ketat.
Demi niat baik, para Gypsi itu berencana hendak mengirimkan orang-orang terbaiknya ke arah utara, di Bolvangar, markas para Gobbler, untuk menyelamatkan anak-anak yang telah diculik. Lyra bersikeras untuk ikut dalam perjalanan para Gypsi tersebut, ia berharap dapat menemukan Roger dan ayahnya. Selama mereka menempuh perjalanan ke utara, mereka dipertemukan oleh seorang ratu penyihir, Serafina Pekkala (Eva Green), dan seekor beruang besar bernama Lorek Byrnison (Pengisi Suara : Nonso Anozie) yang telah keluar dari kerajaannya dan kemudian menawarkan jasanya untuk menolong rombongan tersebut. Mereka juga bertemu dengan penerbang Texan Lee Scoresby(Sam Elliot), yang nantinya akan membantu mereka dalam peperangan.Namun sialnya, ditengah perjalanan, Lyra justru ditangkap para pedagang anak-anak dan dibawa ke Bolvangar, tempat anak-anak diculik.Ternyata disana Lyra bertemu dengan Roger.
Kemudian akhirnya ia mengetahui motif para Gobbler menculik anak-anak, yaitu hendak memisahkan mereka dengan daemonnya. Kemudian Lyra dan Roger mulai menyusun rencana untuk melepaskan anak-anak lain yang sedang diculik.Dengan bantuan para Gypsi, ratu penyihihr, Lorek dan Mr. Scoresby, akhirnya mereka dapat menyelamatkan anak-anak tersebut.
Namun perjuangan Lyra dan Roger tak berhenti sampai disini.Mereka hendak melanjutkan perjalanan ke daratan Svalbard, tempat dimana kerajaan beruang berada.Kali ini, mereka ditemani oleh Lorek dan Mr. Scoresby.Disana, Lorek bertempur melawan raja beruang, yang pada akhirnya menetapkan Lorek sebagai pemenang dan pemegang tahta tertinggi kerajaan beruang selanjutnya.Dan Lyra pun akhirnya bertemu dengan ayah kandungnya.
Karena kelelahan setelah mengadakan perjalanan dan petualangan yang panjang, Lyra dan Roger pun istirahat dan terlelap dalam tidur. Namun ketia ia bangun, Lord Asriel telah meninggalkannya dan membawa Roger. Dengan bantuan Lorek, ia hendak mengejar dan menangkap ayahnya. Namun semuanya telah terlambat. Ayahnya telah menggunakan kekuatan yang luar biasa yang berasal dari terpisahnya Roger dengan daemonnya, hingga akhirnya Roger tewas. Roger dibuat tumbal untuk membuka gerbang menuju dunia baru.
Keungglan dari Film The Golden Compass adalah banyaknya nilai moral yang termuat dalam cerita ini. Rasa solidaritas dan kesetiakawanan teman-teman perjuangan Lyra patut dijadikan contoh.Dan juga kedewasaan yang luar biasa dari seorang gadis cilik, Lyra dalam menghadapi realita yang tak selalu cerah dalam hidupnya.Lyra mampu mengesampingkan egonya untuk menyelamatkan ayah kandung yang merahasiakan identitasnya. Nyali dan keberanian Lyra pun patut diacungi jempol, terlepas dari banyaknya pendukung yang membantunya dan juga berkat kompas ajaib alethiometer.Dan kelemahan dari Film ini adalah endingnya yang menurut saya kurang jelas atau bersifat seperti menggantung dan kurang memuaskan.
Jadi, Film The Golden Compas adalah Film yang layak di saksikan oleh segala kalangan umur karena kaya akan imajinasi dan fiksi yang cukup menghibur sehingga tidak membuat penonton menjadi bosan dan jenuh ketika menyaksikan film ini.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Drop Your Comen Here,,,
Thank You After Visit My Blog