Kamis, 09 Mei 2013

Short Story - MY BOYFRIEND IS MY TEACHER

By : Qorina El Baroroh


Berawal dari kehidupan seorang gadis yang bisa di bilang amat sangat biasa saja. Tak ada yang istimewa dari gadis ini. Ia tidak cantik namun  tidak jelek, ya standart lah, otakpun tidak encer, dan badannya tak langsing. Namanya Sisilia Aswetchatiya. Indo keturunan Jawa-Jerman. Namun walaupun ia indo, ia lebih banyak mengambil karakteristrik dari ibunya yaitu Jawa. Mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki.
            Hari ini hari rabu dan kebiasaan sisil pun terulang lagi. Kring……. Kring…… kring…….. dering alarm hampir saja memecahkan semua kaca di ruangan itu. “huaaaa….. pagiiiiiii……..” ucap sisil seraya menguap, membuka candela, melihat jam. “WHAT?????telat lagiiiiiiiiiii” berlari menuju kamar mandi dengan terburu-buru daaaannnnnn….. BRUKKK “awwwwwww…….” Sisil terpeleset di dalam kamar mandi. Tapi walaupun begitu ia tetap cepet-cepet-cepet-dan cepet karena hari ini ada ulangan kimia, dannnnnnnn telat 5 menits udah fatal dan nggak akan bisa ikut ulangan harian. “maaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa……… sisil berangkat dulu ya”teriak sisil sambil menyomot satu potong roti di atas meja. “iya sayang” jawab mama dari dapur.
@Jam Istirahat
            “aduh meta, gila banget, hamper aja kena pak suroso, untung aja gue bias melarikan diri dari pandangannya”cerita sisil dengan beremosi. “iyatuh, bener-bener gokil” jawab meta. ”eh, gue duluan ya, mau ke perpus nih”ucap selta. “owh, oke abis nih gue nyusul ya”jawab sisil. “sip” jawab selta singkat. Setelah beberapa menit, sisil pun memutuskan untuk menyusul selta ke perpus, namun tiba-tiba kejadian tak terduga terjadi di tengah perjalanan menuju perpus.
@Lorong Kelas - Perpus
Tut…tut…tut…. Sebuah pesan masuk ke handphone sisil. Tanpa berhenti sisil membaca dan membalas sms tersebut. Dan tanpa berpaling dari layar handphone miliknya ia terus melanjutkan jalannya hingga akhirnyaaaaaaa Brukk “aduhhhhh……handphone gue”teriak sisil ketika mendapati handphonenya terbanting dan terlepas bagian satu dengan yang lain*padahal yang jatuh sisil tapi yang di khawatirin malah handphonenya*. “maaf mbak” ucap si penabrak.”iya gpp kalau gue, tapi handphone gue, loe liat nggak ancurkan”jawab sisil tanpa memperhatikan wajah si penabrak.”iya maaf mbak, nanti biar saya ganti deh”jawab si penabrak. Dannnn pada akhirnya sisil mendongak, dan pada saat itu juga sisil tertegun ketika melihat wajah tampan si penabrak, namun  ia tetap saja kesal “iya deh” jawab sisil singkat dan melanjutkan jalannya menuju perpus.
@Perpus
            *saat bertemu selta* “eh sel tau nggak sih, tadi handphone gue kebanting dan sekarang ancur”ucap sisil dengan nada berbisik.”serius loe?”jwb selta. “iya nih loe liat, tapi gue seneng banget ta” “what?gila ya loe, handphone rusak kok malah seneng sih” “masalahnya bukan gitu sel, loe tau nggak kenapa handphone gue rusak?” “ehhhh, ya mana gue tau” “jadi gini sel, gue tadi tabrakan sama cowok ganteng dan…. Bla…bla…bla…bla…”cerita sisil panjang lebar.”owh jadi gitu ya….” “iya”
            Bel pulang pun akhirnya berbunyi nyaring, siswa dan siswi SMAN 45 berhamburan keluar kelas dan membanjiri halaman sekolah dengan tawa ceria mereka melepas kelelahan setelah seharian belajar. “heyyyyy… heyyyy….hey…. selta, meta, jalan yuk ke mall deket sini, gue mau cari novel nih, tadi gue baru dapet info ada novel teenlit baru dannnn limited edition”celoteh sisil. “hemmm, oke deh,yukkk” jawab selta. “sorry sel,sil, gue nggak bisa gue mesti balik duluan, ada les kimia nih, jadwalnya geser, sorry banget ya” ucap meta. “emmmm, yaudah deh nggak apa kok” jawab sisil. “ yaudah ya, byeee…”. Dan merekapun berpisah di depan gerbang sekolah.
@Mall
            Sesampainya di sana mereka langsung menuju rak buku yang mereka inginkan. “wahhhhhh, bagus banget nih bukunya, ini juga, ini juga, gue belis emua aja deh tiga tiganya” ucap sisil. “hey sel, loe nggak beli?”Tanya sisil saat membayar buku di kasir. “udah nih” jawab selta. “ohhh, yaudah yukkk” ajak sisil sembari membayar bukunya. Saat di jalan, sisil bertemu lagi dengan cowok yang tadi siang menabraknya ketika hendak ke perpus dan cowok itu masih ingat, cowok itu pun langsung menghampiri sisil. “hey, kamu cewek yang tadi kan, kebetulan banget ketemu disini, oiya gue adrian, kamu???” “oh iya, gue sisil, ini temen gue selta” jawab sisil “owh, Adrian” “selta” “oiya, kebetulan banget mumpung lagi disini, gue mau gantiin handphone kamu sekalian aja gimana?” Tanya Adrian pada sisil. “oh, nggak usah deh, ntar biar gue servisin aja di rumah” jwb sisil malu-malu.” Lho nggak bisa gitu, udah ayo ikut aja”jwb Adrian.”iya ajalah sil”bisik selta “tapikan gue nggak enak sel”jwb sisil. “eh, malah bengong, ayo sel, sil” ucap Adrian “iyaa iya” jwb sisil. Setelah mendapat ganti handphone yang baru sisil, Adrian, dan selta tuker-tukeran nomor handphone dan makan dan lain-lain.
            Setelah beberapa lama Adrian mengantar selta dan sisil pulang kerumah mereka. Ternyata tanpa disadari Adrian memiliki sebuah perasaan terhadap sisil sejak pertama kali ia bertemu dengan sisil. Namun Adrian masih menunggu waktu yang tepat untuk memberi tahukan semuanya kepada sisil. Apalagi ia adalah guru baru di sekolah sisil yang untuk sementara menggantikan pak hakim guru mata pelajaran bahasa inggris.
            Besok adalah hari minggu, tak terasa sudah 3 hari sisil mengenal Adrian. Tut tut tut tut… pesan masuk ke handphone sisil.

From   : Adrian
       Hei sisil, met malem. Besok hari minggu kan, ada acara nggak??? Kalau nggak, gimana kalau besok kita jalan. Aku mau ngajak kamu ke sesuatu tempat. Ada yang maua ku bicarain sama kamu.
From   : Sisil
       Kyaknya nggak ada sih, emang mau kemana?kenapa nggak bicara sekarang aja?
From   : Adrian
       Nggak bisa, besoka ja. Nanti juga tau.Yaudah bye sisil. Malem. Met ketemu besok

“ada ada aja deh ni orang, kenapa nggak ngomong sekarang aja, oiya, buset, gue nggak tau jam berapa, gue mesti telpon Adrian nih”. Beberapa saat kemudian sambungan telpon sudah terjawab oleh Adrian. “hallo sil, ada apa ya???” “gpp sih, Cuma mau nanya, besok jam berapa?” “oiya, gue lupa nggak ngasih tau jamnya ya, jam setengah 9 pagi udah gue jemput” “owh yaudah deh kalau gitu” “iya” “yaudah bye” “bye”. “gila jam setengah 9 pagi?????aduh, nggak ada kesempatan molor nih, nggak bisa nyantai dulu deh”sisil menggerutu sendiri, karena biasanya hari minggu adalah hari bermalas-malasan baginya.
            “duh, jam berapa nih???telat nggak ya gue???”tiba-tiba saja sisil terbangun dari tidurnya, padahal waktu masih menunjukkan pukul 02.00 dini hari. Karena ada janji kini sisil jadi tidak bisa tidur, ia takut akan telat bangun. Ia menyadari bahwa sebenarnya yang membuatnya susah sendiri seperti ini adalah dirinya sendiri. Setelah hampir setengah jam ia duduk bersandar di kasurnya akhirnya iapun mengantuk dan tertunduk tidur.
            Kring....kring....kring... alarm berdering nyaring memecah keheningan, waktu menunjukkan pukul 04.30 pagi. “kok perasaan gue nggk kayak biasanya ya, kenapa gue deg-deg an banget gini, padahal biasanya kalok gue mau nge-date sama cowok-cowok laen nggak gini, biasa aja, ini kenapa beda coba”ucap sisil seraya berpaling dari jendela. “nggak biasanya juga, gue bisa bangun sepagi ini”. “ahh,,, udahlah, lebih baik gue buat olah raga aja, siapa tau gue jadi kurus ntar”. Sisilpun melanjutkan kegiatannya dengan bersepeda sekelilikng komplek dan taman yang di ujung komplek. Semuanya terlihat sepi, sunyi, jarang terlihat orang pada pagi buta seperti ini. Kebanyakan orang akan memulai olah raga pagi pada pukul setengah emam pagi.
#Pukul 05.00 pagi
            “ternyata udara pagi seperti ini sejuk juga”ucap sisil saat menikmati udara pagi dengan duduk di bangku taman. “buset...gue lupa, ntar kalau mama nyariin gimana, gue kan belum bilang kalau gue jalan jalan, gue mesti telpon mama nih”. Tutttttttttttttttttt “haloo ma,maaf ya sisil keluar nggak bilang bilang, sisil ketaman komplek ma”ucap sisil pada mamanya “owh, iya sayang, mama aja baru bangun kok” jawab mama. “yaudahma kalo gitu, bye” “iya sayang”.
            Di meja makan sisil hanya terdiam tak banyak bicara seperti biasanya, hingga ia mengatakan bahwa nanti ia akan pergi bersama adrian. “emmm, ma nanti sisil mau keluar sama adrian jam setengah 9 boleh?”tanya sisil “iya sayang, tapi jangan jauh-jauh ya, jangan lama-lama” jawab mama. “yaudah kalai gitu ma, sisil siap-siap dulu ya” “iya sayang”.
            Tin ... tin ... bunyi suara klakson mobil dari luar. Seketika itu juga ada telpon masuk ke handphone sisil. “sil, aku udah di depan, bukain pintunya dong, kan aku ntar nggak bisa minta ijin sama mama kamu dulu” “oiya”. “maaaa, adrian dateng”teriak sisil sebelum membukakan pintu untuk adrian. “iya sayang”. “nak adrian ya?”tanya mama sisil “iya tante”jawab adrian antusias “wah, ganteng ya”adrian hanya tersenyum “tante, saya mau minta ijin ngajak sisil keluar boleh tante?” “oh iya boleh, tapi jaga dia baik-baik ya” “beres tan, ya udah kalau gitu kita berangkat dulu ya tan” “iya iya” “ma,sisil berangkat dulu” “iya sil”.
@ Gazebo di sebuah danau
            Adrian dan Sisil duduk menikmati hembusan angin dan burung-burung yang bernyanyi riang. Di situlah adrian mulai mengatakan siapa dirinya sebenarnya namun belum untuk perasaannya. “sisil” “ya” “aku mau ngomong sesuatu, tapi jangan marah ya” “hemm, apa?” “sil, liat gue dong, gue serius” “iya udah, nih kan, apaan?” “sebenar aku tuh guru penggantinya pak hakim” “what?hahahahhahaha, ada-ada aja deh””serius sil” “nggak mungkin lah, masak iya coba guru jalan sama muridnya” “sil, gue nggak bohong, loe liat aja, hari senin pasti gue yang akan jadi guru bhs.inggris loe” “ya udah, kita lihat aja nanti” “mudah-mudahan aja loe cuma bercanda”batin sisil.
            Hari seninpun datang, dan kekhawatiran mulai hinggap di hati sisil menjelang pelajaran bhs.inggris. dannnnnn apa yang di khawatirkan oleh sisilpun ternyata menjadi kenyataan. Dia, ardian memang guru pengganti pak hakim. “ohhhh nooooooooooooo, ini real”jerit sisil dalam hati.
            Selama pelajaran adrian sisil nampak tidak konsentrasi namun adrian tak menghiraukan semua itu, karna ia tahu bahwa sisil sedang bingung. Adrian benar bejibun pertanyaan pernyataan bersarang di otak sisil.
Skip
“sil, loe nggak kenapa napa kan?gue liat loe dari tadi waktu pelajaran pak adrian melamun terus” tanya meta pada sisil, namun sisil tak menghiraukan itu. Selta yang mengetahui ini bukan waktu yang tepat untuk menjelaskan memilih diam saja.
            Bel pulang berbunyimembuyarkan konsentrasi para siswa dan siswi di SMAN 45. Sisil, selta, meta seperti biasa jalan pulang bersama, namun kali ini berbeda, sebuah mobil mewah berwarna hitam metalik berhenti disamping mereka bertiga. Kaca mobil itu diturunkan dan betapa kagetnya mereka bahwa itu adalah adrian. “hey sisil, ayo aku antar pulang” ucap adrian dengan senyum hangatnya. “kok sisil aja sih pak, kita bertiga kan sahabat”celetuk meta tiba-tiba “yasudah, ayo masuk kalian bertiga”ucap adrian masih memperlihatkan senyum hangatnya.
            “siapa tadi yang mengantarmu pulang sil?kok nggak di ajak mampir?”tanya mama sisil di meja makan ketika hendak makan malam. “oh itu, adrian yang waktu itu ma, diakan tadi mau ngantar selta sama meta juga, jadi nggak bisa mampir”jawab sisil sambil menyendok nasi kepiringnya. Mama sisil hanya mengangguk angguk berati mengerti dan mereka melanjutkan makan malamnya. #maaf ayah jarang disebutkan, disini ayah hanya figuran, karena ceritanya sisil lebih dekat ke mama daripada ayahnya yang masih kerja di jerman. Dan saudara sisil juga agak nggak penting dalam scene ini.
            Malam harinya menjelang pukul 21.00 sisil masih dudukdilantai bersandar ketempat tidurnya, belum bisa tidur itulah yang dirasakan sisil saat ini. Sisil terus memutar satu lagu yang sama terus menerus melalui iPod miliknya. Mama yang masih mendengar alunan musik dari kamar sisil memutuskan untuk mengunjungi kamar sisil. “sayang, kok belum tidur, kenapa?”tanya mama sisil sambil membelai poni sisil lembut.”nggak apa apa ma, masih belum ngantuk aja”jawab sisil ringan “beneran?yakin?tapi kayaknya mama lihat ada yang kamu fikirkan, ayo apa, cerita ke mama”tanya mama perhatian “ma, sisil kangen papa”jawab sisil di iringi isak yang kemudian tanpa sadar sisil menangis “mama tau, mama juga kangen sama papa, kemaren waktu kamu keluar sama adrian papa menelpon mama, papa ingin bicara sama kamu, tapi sayangnya kamu nggak ada, mama nggak tau kapan papa akan telpon lagi, tapi katanya bentar lagi papa pulang”jawab mama sambil menghapus air mata sisil dan memeluknya penuh kasih sayang. “yasudah, kamu sudah tau kan sekarang, nah sekarang ayo tidur, besok kan sekolah”ucap mama menuntun ke kasur dan merapikan selimut “iya ma”jawab sisil singkat “yasudah selamat malam sayang, jangan lupa berdoa ya”ucap mama seraya mencium kening sisil, sisil hanya mengangguk.
            “oh noooooo, maaaaaaaa sisil kesiangan”sisil berteriak dari kamarnya. Mama yang mendengarnya dari meja makan hanya menggeleng dan tersenyum. Kali ini mama sengaja tidak membangunkan sisil lebih lanjut, agar sisil tidak terbiasa bangun telat. Mama berfikir, bagaimana nanti dia kalau sudah kuliah. Tidak ada mama yang membangunkannya lagi.
Skip
@Sekolahan
            “selta, meta”ucap sisil kepada kedua sahabatnya yang sedari tadi ia ajak bicara namun nihil, tak ada jawaban “SELTAAAAAAA, METAAAAAAAAA”kini sisil berteriak namun “hemmm”jawab selta dan meta santai, ringan, dan seperti sedang berbicara dengan burung. “kenapa sih kalian berdua ini?”ucap sisil kesal “gpp”jawab set+met barengan “nyebelin banget, yaudah gue pergi aja”sisil memutuskan untuk pergi meninggakan sel+met ke taman belakang sekolah. “huh, gue kesel hari ini, nggak ada yang peduliin gue, kenapa sih hari ini nggak menyenangkan banget”runtuk sisil kesal dan menundukkan kepalanya memukul-mukul rok sekolahnya “siapa bilang nggak ada yg peduli sama loe, gue ada”jawab seseorang. Sisil menoleh kesumber suara, dan itu adrian. “hah?kenapa mesti loe yang dateng, kenapa bukan gebetan gue yang lain coba, atau jangan-jangan loe ngikutin gue ya”ucap sisil “oh, jadi nggak mau gue dateng kesini,padahal gue Cuma kebetulan lewat loh, yaidah gue pergi aja deh”ucap adrian sambil beranjak dari duduknya “eh,jangan.kenapa sih loe,maaf”ucap sisil sambil memegangi tangan adrian.
“huh,dasar kalian ini, gue jadi ditemenin sama pak adrian tadi ditaman”ucap sisil seraya memanyunkan bibir sambil berjalan menuju kursinya. “hah?pak adrian?”ucap meta kaget. “iya, kenapa?”jawab sisil “kerennnnnn”jawab meta “hah?what?keren?biasa aja”jawab sisil sontak.
  Skip

Dear Diary,,,
Hari ini aku gue ketemu lagi sama dia, dia siapa lagi kalau bukan Adrian guru gue sendiri. Gue berharap dia nggak akan lama di sekolahan gue. Sebenarnya gue bingung aja. Kenapa setiap gue butuh seseorang buat curhat, dia selalu ada dan selalu aja dateng di waktu yang tepat. Diary, mudah-mudahan aja nggak kenapa napa dan dia emang orang yang baik. Soalnya gue juga agak takut sedikit sih. Loe taukan diary kalau dia kemana aja gue pergi kenapa selalu ketemu dia gitu. Aneh ngak sih menurut loe diary?menurut gue sih iya. Suka????menurut loe apa dia suka gue ya???ah..nggak mungkin lah, gue begini. Masak iya sih... emm ya udah deh Whatever for today, i don’t care.

            Malam ini terasa begitu sunyi, Sisil sedang sendirian dirumah.”huh sendirian lagi. nggak ada yang nemenin, kakak nggak tau kemana,mama lagi ada kerjaan di luar kota, papa juga masih di jerman, jadi gue nih gue sendirian di rumah, kebayang nggak sih rasanya” gerutu sisil sendiri sambil menatap keluar jendela kamarnya yang berada di lantai dua itu. Ia melangkahkan kakinya keluar ke halaman kecil yang menjorok keluar di depan pintu kamarnya di lantai dua. Ia duduk diatas kursi bulat memeluk kedua lututnya di malam yang dingin ini dan hanya memandang bintang di langit yang seakan tersenyum menyapanya. Ia mulai terhanyut di keheningan malam sunyi saat itu. Tiba-tiba saja KRINGGGGGG dering handphone tanda telpon masuk memecah keheningan maalm itu, dengan spontan Sisil melompat dari kursinya, alhasil bukan meraih handphone miliknya melainkan kepalanya terbentur pinggir pintu. “awwww..... siapa sih telpon malam gini, ngagetin orang melamunaja deh” kesal sisil saat menjawab telpon. “hey,sisil, loe kenapa?emang lagi ngelamunin siapa?pasti gue ya?”jawab seseorang diseberang. “heh?emang ini siapa?”ucap sisil kaget. “loe liat dulu deh di layar handphone loe”jawab seseorang diseberang lagi. Betapa kagetnya bahwa ternyata yang sedang ia bentak adalah adrian. “Adrian????sorry sorry, gue nggak tau kalau itu loe”ucap sisil sambil tersipu malu. “iya nggak papa kok. Loe ngelamunin siapa sih?”tanya adrian penasaran. “enggak, bukan siapa siapa kok”jawab sisil cepat. “hem,,, kok belum tidur sil?oiya, gue Cuma mau nyampekin kalau 3 hari lagi gue udah selesai gantiin pak hakim”ucap adrian. “syukur deh kalau gitu”jawab meta. “apa?”jawab adrian kaget.”oh, enggak”jawab sisil gugup. “owh,, yaudah deh, gini besok ada yang mau gue bicarain sama loe, gue tunggu loe di taman belakang sekolah waktu istirahat”kata adrian. “oh, iya”jawab sisil. Setelah itu adrian langsung memutuskan sambungan telponnya.
  Skip
keesokan harinya di sekolah sisil sedang memikirkan, kira kira apa yang akan adrian bicarakan dengan dia. “kenapa harus di taman belakang sekolah juga. Itukan tempatnya lumayan sepi. Nanti kalau ada orang yang tau bagaimana, nanti malah dikira yang tidak-tidak, huhhhh”keluh sisil pelan.
Kringggggggg..... bel istirahat berdering nyaring, sebuah sms masuk ke handphone sisil.

From : Adrian
       Hey, loe nggak lupakan. Gue tunggu sekarang.
From : Sisil
       Iya, gue kesana sekarang

Sisil pun dengan segerapergi ke taman belakang sekolah. “eh, sil loe mau kemana???nggak ikut kita ke kantin???”tanya selta “oh, enggak sel, gue ada keperluan bentar, loe sama meta pergi ke kantin aja duluan”jawab sisil terburu-buru dan kemudian langsung berlari ke taman belakang.
            Sesampainya di taman belakang sekolah, adrian yang melihat sisil berlari segera berdiri dari duduknya dan menghampiri sisil. Saking terburunya sisil, hingga ia tak memperharikan jalannya dan tersandung. Hampir saja ia mencium tanah, untung saja adrian dengan sigap menangkapnya. “hati-hati kalau jalan”ucap adrian “gue nggak jalan tau, gue lari, loe nggak liat apa??”jawab sisil sewot memanyunkan bibirnya. “iya iya, gitu aja ngambek. Dah, yuk duduk”ucap adrian sambil menggandeng tangan sisil “loe mau ngomong apaan?waktu gue nggak lama, Cuma 20 menit”tanya sisil. “iya, 10 menit udah cukup kok”jawab adrian. “oh,, oke,,, sekarang cepet bicara”ucap sisil. “besok gue mau ajak loe jalan-jalan mau nggak?tanya adrian “kemana?”tanya sisil kembali “kalau mau besok loe juga tau sendiri”jawab adrian “nanti malem gue kabarin deh kalau boleh,gue mesti tanya ke mama gue dulu”jawab sisil “em... oke, yaudah gitu aja”ucap adrian “hah?gitu doang?gue bela-belain lari kesini sampai mau kesandung jatuh, tapi loe cuma ngomong itu doang?”ucap sisil “iya, gue lanjut besok, hari ini gue nggak bilang semuanya, gue akan bilang besok dan lusa”ucap adrian “kalau loe masih mau tau apa yang akan gue omongin sama loe, lusa loe mesti dateng ketempat yang gue tentuin. Dan tempat itu, akan gue kasih tau besok”tambah adrian lagi. “oh gitu ya,yaudah deh, bentar lagi bel masuk, gue balik dulu ya ke kelas”ucap sisil “silakan my princes, hahaha”jawab adrian.
  Skip

Dear deary,
Kira-kira apayayang mau di bicarain sama adrian ke gue, kok gue jadi gini. Gue tuh penasaran banget tau,tapi gue sebenernyamales aja kalau harus gini gitu, iya kalau gue dijemput gitu sama dia,orang gue berangkat sendiri. Dianya mah enak tinggal nyuruh aja, lah gue?enggak gitu. Tapi gue penasaran banget. Yah, gpp deh, apa boleh buat dan dikata. Harus nurut aja.

               Karena rasa penasaran akhirnya sisil menelpon adrian untuk mengatakan bahwa ia setuju dengan persyaratan dari adrian. Keesokan harinya, sisil ternyata diajak oleh adrian ke pantai, disana sisil diperlihatkan sebuah tulisan SISIL GUE ... ... ... “hanya dua kata?yang tiga kata kemana?”tanya sisil saat membaca tulisan yang terdapat di pasir dihadapannya “ya, tiga kata lagi besok senin sisil”jawab adrian santai. “owh, oke, gue mesti kemana lagi?”tanya sisil “datanglah jam 07.00 sore di Kebun bunga dekat komplek elite di jl.garuda”jawab adrian “hey, itu lumayan jauh tau dari rumahku”ucap sisil “hmm, apa gue jemput?”tanya adrian “owh, nggak usah deh, gue besok minjem mobil mama aja”jawab sisi “jangan, karena besok gue yang akan anter loe pulang”kata adrian “oh gitu ya, yaudah gue minta anter selta aja deh”kata sisil “oke, gue tunggu”jawab adrian. Mereka berdua menikmati pemandangan matahari tenggelam sore itu. Setelah matahari sempurna menyembunyikan dirinya, mereka berdua kembali pulang, adrian mengantar sisil pulang. Selama perjalanan hanya hening yang ada, tak ada salah satu dari mereka yang ingin menciptakan kehidupan dalam perjalanan. “udah yampek nih, mau gue anter sampai depan pintu?”tawar adrian “oh enggak usah, makasih”jawab sisil “emm, yaudah, met ketemu besok ya di sekolah dan inget jam 7 sore jangan lupa”uap adrian “iya, yaudah bye”jawab sisil. Adrian hanya membalas lambaian sisil dengan senyum hangatnya.
            Keesokan harinya sisil bertemu dengan Adrian di sekolahan, wajahnya sedikit murung, entah mengapa sisil bisa menangkap guratan kesedihan di wajah adrian. Iapun memutuskan untuk menghampiri adrian yang kini sedang duduk di bangku taman sekitar kantin, namun ia segera mengurungkan niatnya, ia sadar kini ia disekolahan dan statusnya ia sedang menjadi murid dari adrian, bukan temannya. Iapun segera pergi dari sana dan kembali ke kelasnya.
            Bel berbunyi tanda jam pelajaran dimulai, Adrian masuk pada jam pertama untuk mengisi pelajaran bahasa inggris seperti biasanya. Di akhir pelajaran adrian meminta maaf jika selama ia menjadi guru pengganti di sini telah membuat salah. Dan iapun juga mengucapkan kata perpisahan.
  Skip
Jam 06.30 sore. Sisil bersiap untuk berangkat menuju tempat yang telah di tentukan oleh adrian kemarin. Tin tin tin, terdengar  suara klakson mobil. “ma, sisil berangkat dulu udah di jemput”teriak sisil sambil berlari kecil menuruni tangga “iya sayang, hati-hati, jangan pulang terlaru larut”jawab mama sisil “iya”jawab sisil sambil menutup pintu. “betapa terkejutnya sisil ketika melihat bukan Honda Jazz  putih milik Selta yang terparkir di depan melainkan mobil sport mewah Lamborghini berwarna hitam yang terparkir disana. Kaca mobil itu perlahan turun dan ada seorang pria tampan yang menyunggingkan senyum khasnya. “Adrian???”tanya sisil heran “iya, gue emang nyuruh selta tetep stay di rumah, dan gue yang jemput loe”jawab adrian santai “ayo”tambahnya lagi “eum,, iya”jawab sisil.
Sesampainya mereka di tujuan, adrian mengajak sisil untuk duduk di bangku yang sudah di siapkan olehnya. Dan tanpa basa basi Adrian langsung mengungkapkan apa maksud hatinya menyuruh sisil kemari. “loe masih inget 2 kata di pantai kemarin??”tanya adrian “iya, gue inget, di pasir itu bertuliskan SISIL GUE”jawab sisil “loe tau, maksudnya”tanya adrian lagi “enggak, kata itu nggak lengkap, still 3 word missing”jawab sisil “oke, sekarang gue mau kasih tau loe 3 kata itu. Sisil, loe tau pertama kali kita bertemu?saat gue dan loe tabrakan?loe marah sama gue, dan entah mengapa saat itu, gue merasa loe itu beda dari cewek lainnya, loe natural, dan saat itu gue mulai tertarik sama loe, sampai akhirnya gue lakukan segala cara untuk kenal loe lebih dekat, melalui selta, dan meta sahabat loe, tanpa loe tau, gue korek semua informasi tentang diri loe, gue penasaran”jelas adrian “mak..maksud loe???”tanya sisil mulai gugup dan tak percaya akan ucapan adrian “yah, gue tau selama ini status kita adalah murid dan guru, tapi sil, perasaan ini nggak bisa gue sembunyiin lagi, gue nggak kuat”ucap adrian “tapi ad....”kaliamat sisil terpotong “hust.. dengerin gue”ucap adrian memotong kalimat sisil sereya meletakkan telunjuknya pada bibir sisil, sisil hanya diam menurut. “3 kata itu potongan dari 5 kata itu, 5 kata itu adalah, SISIL GUE SUKA SAMA LOE, apa loe mau jadi pacar gue?”tanya adrian to the point. Sisil hanya terdiam dan tak percaya, tanpa pikir panjang sisil yang sebenarnya juga memiliki perasaan yang sama lari meninggalkan adrian, dengan cepat adrianpun mengejar sisil dan menggenggam pergelangan  tangan sisil erat hingga sisil menghentikan langkahnya. Sisil terduduk lemas dan tiba-tiba menangis. Adrianpun  berjongkok dan memeluk sisil. “Sorry adrian, walaupun sebenarnya gue juga suka sama loe, tapi gue nggak sempurna buat loe, dan loe... loe terlalu sempurna buat gue, seharusnya loe bisa mendapatkan orang yang lebih baik dari gue”ucap sisil diiringi tangisnya  “Sil, bagi gue loe sempurna, loe beda dari cewek lain yang gue kenal, loe istimewa sil, jadi gue tanya sekali lagi, apa loe mau jadi pacar gue?”tanya adrian lagi. Sisil hanya mengangguk tak bisa menjawab karena masih terisak. Adrian yang bahagia memluk sisil erat. Namun disisi lain sepasang mata melihat dengan derai tangisnya. Ya, dia adalah Meta sahabat sisil. Ia telah menduga bahwa ini akan terjadi. Adrian tak pernah melihatnya, bahwa ia mencintai adrian. Ia sadar, bahwa mungkin memang adrian bukan untuknya. Meta hanya lari dengan tangisnya dan memasuki mobil toyota Yaris miliknya dan pergi meninggalkan adrian dan sisil.
SELESAI
DARI CERITA INI DAPAT DIAMBIL BAHWA, JIKA MEMANG INGIN MENDAPATKAN ORANG YANG MEMENG BENAR UNTUKMU, JADILAH DIRIMU SENDIRI. SEORANG YANG TULUS MENCINTAIMU AKAN MELIHATMU DENGAN HATINYA BUKAN DENGAN TATAPAN NAFSUNYA. CARILAH SESEORANG YANG BISA MEMBERIMU TANPA HARUS KAU MEMINTA. KARENA HATI ITU DIPILIH BUKAN MEMILIH.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Drop Your Comen Here,,,

Thank You After Visit My Blog

Kamis, 09 Mei 2013

Short Story - MY BOYFRIEND IS MY TEACHER

By : Qorina El Baroroh


Berawal dari kehidupan seorang gadis yang bisa di bilang amat sangat biasa saja. Tak ada yang istimewa dari gadis ini. Ia tidak cantik namun  tidak jelek, ya standart lah, otakpun tidak encer, dan badannya tak langsing. Namanya Sisilia Aswetchatiya. Indo keturunan Jawa-Jerman. Namun walaupun ia indo, ia lebih banyak mengambil karakteristrik dari ibunya yaitu Jawa. Mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki.
            Hari ini hari rabu dan kebiasaan sisil pun terulang lagi. Kring……. Kring…… kring…….. dering alarm hampir saja memecahkan semua kaca di ruangan itu. “huaaaa….. pagiiiiiii……..” ucap sisil seraya menguap, membuka candela, melihat jam. “WHAT?????telat lagiiiiiiiiiii” berlari menuju kamar mandi dengan terburu-buru daaaannnnnn….. BRUKKK “awwwwwww…….” Sisil terpeleset di dalam kamar mandi. Tapi walaupun begitu ia tetap cepet-cepet-cepet-dan cepet karena hari ini ada ulangan kimia, dannnnnnnn telat 5 menits udah fatal dan nggak akan bisa ikut ulangan harian. “maaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa……… sisil berangkat dulu ya”teriak sisil sambil menyomot satu potong roti di atas meja. “iya sayang” jawab mama dari dapur.
@Jam Istirahat
            “aduh meta, gila banget, hamper aja kena pak suroso, untung aja gue bias melarikan diri dari pandangannya”cerita sisil dengan beremosi. “iyatuh, bener-bener gokil” jawab meta. ”eh, gue duluan ya, mau ke perpus nih”ucap selta. “owh, oke abis nih gue nyusul ya”jawab sisil. “sip” jawab selta singkat. Setelah beberapa menit, sisil pun memutuskan untuk menyusul selta ke perpus, namun tiba-tiba kejadian tak terduga terjadi di tengah perjalanan menuju perpus.
@Lorong Kelas - Perpus
Tut…tut…tut…. Sebuah pesan masuk ke handphone sisil. Tanpa berhenti sisil membaca dan membalas sms tersebut. Dan tanpa berpaling dari layar handphone miliknya ia terus melanjutkan jalannya hingga akhirnyaaaaaaa Brukk “aduhhhhh……handphone gue”teriak sisil ketika mendapati handphonenya terbanting dan terlepas bagian satu dengan yang lain*padahal yang jatuh sisil tapi yang di khawatirin malah handphonenya*. “maaf mbak” ucap si penabrak.”iya gpp kalau gue, tapi handphone gue, loe liat nggak ancurkan”jawab sisil tanpa memperhatikan wajah si penabrak.”iya maaf mbak, nanti biar saya ganti deh”jawab si penabrak. Dannnn pada akhirnya sisil mendongak, dan pada saat itu juga sisil tertegun ketika melihat wajah tampan si penabrak, namun  ia tetap saja kesal “iya deh” jawab sisil singkat dan melanjutkan jalannya menuju perpus.
@Perpus
            *saat bertemu selta* “eh sel tau nggak sih, tadi handphone gue kebanting dan sekarang ancur”ucap sisil dengan nada berbisik.”serius loe?”jwb selta. “iya nih loe liat, tapi gue seneng banget ta” “what?gila ya loe, handphone rusak kok malah seneng sih” “masalahnya bukan gitu sel, loe tau nggak kenapa handphone gue rusak?” “ehhhh, ya mana gue tau” “jadi gini sel, gue tadi tabrakan sama cowok ganteng dan…. Bla…bla…bla…bla…”cerita sisil panjang lebar.”owh jadi gitu ya….” “iya”
            Bel pulang pun akhirnya berbunyi nyaring, siswa dan siswi SMAN 45 berhamburan keluar kelas dan membanjiri halaman sekolah dengan tawa ceria mereka melepas kelelahan setelah seharian belajar. “heyyyyy… heyyyy….hey…. selta, meta, jalan yuk ke mall deket sini, gue mau cari novel nih, tadi gue baru dapet info ada novel teenlit baru dannnn limited edition”celoteh sisil. “hemmm, oke deh,yukkk” jawab selta. “sorry sel,sil, gue nggak bisa gue mesti balik duluan, ada les kimia nih, jadwalnya geser, sorry banget ya” ucap meta. “emmmm, yaudah deh nggak apa kok” jawab sisil. “ yaudah ya, byeee…”. Dan merekapun berpisah di depan gerbang sekolah.
@Mall
            Sesampainya di sana mereka langsung menuju rak buku yang mereka inginkan. “wahhhhhh, bagus banget nih bukunya, ini juga, ini juga, gue belis emua aja deh tiga tiganya” ucap sisil. “hey sel, loe nggak beli?”Tanya sisil saat membayar buku di kasir. “udah nih” jawab selta. “ohhh, yaudah yukkk” ajak sisil sembari membayar bukunya. Saat di jalan, sisil bertemu lagi dengan cowok yang tadi siang menabraknya ketika hendak ke perpus dan cowok itu masih ingat, cowok itu pun langsung menghampiri sisil. “hey, kamu cewek yang tadi kan, kebetulan banget ketemu disini, oiya gue adrian, kamu???” “oh iya, gue sisil, ini temen gue selta” jawab sisil “owh, Adrian” “selta” “oiya, kebetulan banget mumpung lagi disini, gue mau gantiin handphone kamu sekalian aja gimana?” Tanya Adrian pada sisil. “oh, nggak usah deh, ntar biar gue servisin aja di rumah” jwb sisil malu-malu.” Lho nggak bisa gitu, udah ayo ikut aja”jwb Adrian.”iya ajalah sil”bisik selta “tapikan gue nggak enak sel”jwb sisil. “eh, malah bengong, ayo sel, sil” ucap Adrian “iyaa iya” jwb sisil. Setelah mendapat ganti handphone yang baru sisil, Adrian, dan selta tuker-tukeran nomor handphone dan makan dan lain-lain.
            Setelah beberapa lama Adrian mengantar selta dan sisil pulang kerumah mereka. Ternyata tanpa disadari Adrian memiliki sebuah perasaan terhadap sisil sejak pertama kali ia bertemu dengan sisil. Namun Adrian masih menunggu waktu yang tepat untuk memberi tahukan semuanya kepada sisil. Apalagi ia adalah guru baru di sekolah sisil yang untuk sementara menggantikan pak hakim guru mata pelajaran bahasa inggris.
            Besok adalah hari minggu, tak terasa sudah 3 hari sisil mengenal Adrian. Tut tut tut tut… pesan masuk ke handphone sisil.

From   : Adrian
       Hei sisil, met malem. Besok hari minggu kan, ada acara nggak??? Kalau nggak, gimana kalau besok kita jalan. Aku mau ngajak kamu ke sesuatu tempat. Ada yang maua ku bicarain sama kamu.
From   : Sisil
       Kyaknya nggak ada sih, emang mau kemana?kenapa nggak bicara sekarang aja?
From   : Adrian
       Nggak bisa, besoka ja. Nanti juga tau.Yaudah bye sisil. Malem. Met ketemu besok

“ada ada aja deh ni orang, kenapa nggak ngomong sekarang aja, oiya, buset, gue nggak tau jam berapa, gue mesti telpon Adrian nih”. Beberapa saat kemudian sambungan telpon sudah terjawab oleh Adrian. “hallo sil, ada apa ya???” “gpp sih, Cuma mau nanya, besok jam berapa?” “oiya, gue lupa nggak ngasih tau jamnya ya, jam setengah 9 pagi udah gue jemput” “owh yaudah deh kalau gitu” “iya” “yaudah bye” “bye”. “gila jam setengah 9 pagi?????aduh, nggak ada kesempatan molor nih, nggak bisa nyantai dulu deh”sisil menggerutu sendiri, karena biasanya hari minggu adalah hari bermalas-malasan baginya.
            “duh, jam berapa nih???telat nggak ya gue???”tiba-tiba saja sisil terbangun dari tidurnya, padahal waktu masih menunjukkan pukul 02.00 dini hari. Karena ada janji kini sisil jadi tidak bisa tidur, ia takut akan telat bangun. Ia menyadari bahwa sebenarnya yang membuatnya susah sendiri seperti ini adalah dirinya sendiri. Setelah hampir setengah jam ia duduk bersandar di kasurnya akhirnya iapun mengantuk dan tertunduk tidur.
            Kring....kring....kring... alarm berdering nyaring memecah keheningan, waktu menunjukkan pukul 04.30 pagi. “kok perasaan gue nggk kayak biasanya ya, kenapa gue deg-deg an banget gini, padahal biasanya kalok gue mau nge-date sama cowok-cowok laen nggak gini, biasa aja, ini kenapa beda coba”ucap sisil seraya berpaling dari jendela. “nggak biasanya juga, gue bisa bangun sepagi ini”. “ahh,,, udahlah, lebih baik gue buat olah raga aja, siapa tau gue jadi kurus ntar”. Sisilpun melanjutkan kegiatannya dengan bersepeda sekelilikng komplek dan taman yang di ujung komplek. Semuanya terlihat sepi, sunyi, jarang terlihat orang pada pagi buta seperti ini. Kebanyakan orang akan memulai olah raga pagi pada pukul setengah emam pagi.
#Pukul 05.00 pagi
            “ternyata udara pagi seperti ini sejuk juga”ucap sisil saat menikmati udara pagi dengan duduk di bangku taman. “buset...gue lupa, ntar kalau mama nyariin gimana, gue kan belum bilang kalau gue jalan jalan, gue mesti telpon mama nih”. Tutttttttttttttttttt “haloo ma,maaf ya sisil keluar nggak bilang bilang, sisil ketaman komplek ma”ucap sisil pada mamanya “owh, iya sayang, mama aja baru bangun kok” jawab mama. “yaudahma kalo gitu, bye” “iya sayang”.
            Di meja makan sisil hanya terdiam tak banyak bicara seperti biasanya, hingga ia mengatakan bahwa nanti ia akan pergi bersama adrian. “emmm, ma nanti sisil mau keluar sama adrian jam setengah 9 boleh?”tanya sisil “iya sayang, tapi jangan jauh-jauh ya, jangan lama-lama” jawab mama. “yaudah kalai gitu ma, sisil siap-siap dulu ya” “iya sayang”.
            Tin ... tin ... bunyi suara klakson mobil dari luar. Seketika itu juga ada telpon masuk ke handphone sisil. “sil, aku udah di depan, bukain pintunya dong, kan aku ntar nggak bisa minta ijin sama mama kamu dulu” “oiya”. “maaaa, adrian dateng”teriak sisil sebelum membukakan pintu untuk adrian. “iya sayang”. “nak adrian ya?”tanya mama sisil “iya tante”jawab adrian antusias “wah, ganteng ya”adrian hanya tersenyum “tante, saya mau minta ijin ngajak sisil keluar boleh tante?” “oh iya boleh, tapi jaga dia baik-baik ya” “beres tan, ya udah kalau gitu kita berangkat dulu ya tan” “iya iya” “ma,sisil berangkat dulu” “iya sil”.
@ Gazebo di sebuah danau
            Adrian dan Sisil duduk menikmati hembusan angin dan burung-burung yang bernyanyi riang. Di situlah adrian mulai mengatakan siapa dirinya sebenarnya namun belum untuk perasaannya. “sisil” “ya” “aku mau ngomong sesuatu, tapi jangan marah ya” “hemm, apa?” “sil, liat gue dong, gue serius” “iya udah, nih kan, apaan?” “sebenar aku tuh guru penggantinya pak hakim” “what?hahahahhahaha, ada-ada aja deh””serius sil” “nggak mungkin lah, masak iya coba guru jalan sama muridnya” “sil, gue nggak bohong, loe liat aja, hari senin pasti gue yang akan jadi guru bhs.inggris loe” “ya udah, kita lihat aja nanti” “mudah-mudahan aja loe cuma bercanda”batin sisil.
            Hari seninpun datang, dan kekhawatiran mulai hinggap di hati sisil menjelang pelajaran bhs.inggris. dannnnnn apa yang di khawatirkan oleh sisilpun ternyata menjadi kenyataan. Dia, ardian memang guru pengganti pak hakim. “ohhhh nooooooooooooo, ini real”jerit sisil dalam hati.
            Selama pelajaran adrian sisil nampak tidak konsentrasi namun adrian tak menghiraukan semua itu, karna ia tahu bahwa sisil sedang bingung. Adrian benar bejibun pertanyaan pernyataan bersarang di otak sisil.
Skip
“sil, loe nggak kenapa napa kan?gue liat loe dari tadi waktu pelajaran pak adrian melamun terus” tanya meta pada sisil, namun sisil tak menghiraukan itu. Selta yang mengetahui ini bukan waktu yang tepat untuk menjelaskan memilih diam saja.
            Bel pulang berbunyimembuyarkan konsentrasi para siswa dan siswi di SMAN 45. Sisil, selta, meta seperti biasa jalan pulang bersama, namun kali ini berbeda, sebuah mobil mewah berwarna hitam metalik berhenti disamping mereka bertiga. Kaca mobil itu diturunkan dan betapa kagetnya mereka bahwa itu adalah adrian. “hey sisil, ayo aku antar pulang” ucap adrian dengan senyum hangatnya. “kok sisil aja sih pak, kita bertiga kan sahabat”celetuk meta tiba-tiba “yasudah, ayo masuk kalian bertiga”ucap adrian masih memperlihatkan senyum hangatnya.
            “siapa tadi yang mengantarmu pulang sil?kok nggak di ajak mampir?”tanya mama sisil di meja makan ketika hendak makan malam. “oh itu, adrian yang waktu itu ma, diakan tadi mau ngantar selta sama meta juga, jadi nggak bisa mampir”jawab sisil sambil menyendok nasi kepiringnya. Mama sisil hanya mengangguk angguk berati mengerti dan mereka melanjutkan makan malamnya. #maaf ayah jarang disebutkan, disini ayah hanya figuran, karena ceritanya sisil lebih dekat ke mama daripada ayahnya yang masih kerja di jerman. Dan saudara sisil juga agak nggak penting dalam scene ini.
            Malam harinya menjelang pukul 21.00 sisil masih dudukdilantai bersandar ketempat tidurnya, belum bisa tidur itulah yang dirasakan sisil saat ini. Sisil terus memutar satu lagu yang sama terus menerus melalui iPod miliknya. Mama yang masih mendengar alunan musik dari kamar sisil memutuskan untuk mengunjungi kamar sisil. “sayang, kok belum tidur, kenapa?”tanya mama sisil sambil membelai poni sisil lembut.”nggak apa apa ma, masih belum ngantuk aja”jawab sisil ringan “beneran?yakin?tapi kayaknya mama lihat ada yang kamu fikirkan, ayo apa, cerita ke mama”tanya mama perhatian “ma, sisil kangen papa”jawab sisil di iringi isak yang kemudian tanpa sadar sisil menangis “mama tau, mama juga kangen sama papa, kemaren waktu kamu keluar sama adrian papa menelpon mama, papa ingin bicara sama kamu, tapi sayangnya kamu nggak ada, mama nggak tau kapan papa akan telpon lagi, tapi katanya bentar lagi papa pulang”jawab mama sambil menghapus air mata sisil dan memeluknya penuh kasih sayang. “yasudah, kamu sudah tau kan sekarang, nah sekarang ayo tidur, besok kan sekolah”ucap mama menuntun ke kasur dan merapikan selimut “iya ma”jawab sisil singkat “yasudah selamat malam sayang, jangan lupa berdoa ya”ucap mama seraya mencium kening sisil, sisil hanya mengangguk.
            “oh noooooo, maaaaaaaa sisil kesiangan”sisil berteriak dari kamarnya. Mama yang mendengarnya dari meja makan hanya menggeleng dan tersenyum. Kali ini mama sengaja tidak membangunkan sisil lebih lanjut, agar sisil tidak terbiasa bangun telat. Mama berfikir, bagaimana nanti dia kalau sudah kuliah. Tidak ada mama yang membangunkannya lagi.
Skip
@Sekolahan
            “selta, meta”ucap sisil kepada kedua sahabatnya yang sedari tadi ia ajak bicara namun nihil, tak ada jawaban “SELTAAAAAAA, METAAAAAAAAA”kini sisil berteriak namun “hemmm”jawab selta dan meta santai, ringan, dan seperti sedang berbicara dengan burung. “kenapa sih kalian berdua ini?”ucap sisil kesal “gpp”jawab set+met barengan “nyebelin banget, yaudah gue pergi aja”sisil memutuskan untuk pergi meninggakan sel+met ke taman belakang sekolah. “huh, gue kesel hari ini, nggak ada yang peduliin gue, kenapa sih hari ini nggak menyenangkan banget”runtuk sisil kesal dan menundukkan kepalanya memukul-mukul rok sekolahnya “siapa bilang nggak ada yg peduli sama loe, gue ada”jawab seseorang. Sisil menoleh kesumber suara, dan itu adrian. “hah?kenapa mesti loe yang dateng, kenapa bukan gebetan gue yang lain coba, atau jangan-jangan loe ngikutin gue ya”ucap sisil “oh, jadi nggak mau gue dateng kesini,padahal gue Cuma kebetulan lewat loh, yaidah gue pergi aja deh”ucap adrian sambil beranjak dari duduknya “eh,jangan.kenapa sih loe,maaf”ucap sisil sambil memegangi tangan adrian.
“huh,dasar kalian ini, gue jadi ditemenin sama pak adrian tadi ditaman”ucap sisil seraya memanyunkan bibir sambil berjalan menuju kursinya. “hah?pak adrian?”ucap meta kaget. “iya, kenapa?”jawab sisil “kerennnnnn”jawab meta “hah?what?keren?biasa aja”jawab sisil sontak.
  Skip

Dear Diary,,,
Hari ini aku gue ketemu lagi sama dia, dia siapa lagi kalau bukan Adrian guru gue sendiri. Gue berharap dia nggak akan lama di sekolahan gue. Sebenarnya gue bingung aja. Kenapa setiap gue butuh seseorang buat curhat, dia selalu ada dan selalu aja dateng di waktu yang tepat. Diary, mudah-mudahan aja nggak kenapa napa dan dia emang orang yang baik. Soalnya gue juga agak takut sedikit sih. Loe taukan diary kalau dia kemana aja gue pergi kenapa selalu ketemu dia gitu. Aneh ngak sih menurut loe diary?menurut gue sih iya. Suka????menurut loe apa dia suka gue ya???ah..nggak mungkin lah, gue begini. Masak iya sih... emm ya udah deh Whatever for today, i don’t care.

            Malam ini terasa begitu sunyi, Sisil sedang sendirian dirumah.”huh sendirian lagi. nggak ada yang nemenin, kakak nggak tau kemana,mama lagi ada kerjaan di luar kota, papa juga masih di jerman, jadi gue nih gue sendirian di rumah, kebayang nggak sih rasanya” gerutu sisil sendiri sambil menatap keluar jendela kamarnya yang berada di lantai dua itu. Ia melangkahkan kakinya keluar ke halaman kecil yang menjorok keluar di depan pintu kamarnya di lantai dua. Ia duduk diatas kursi bulat memeluk kedua lututnya di malam yang dingin ini dan hanya memandang bintang di langit yang seakan tersenyum menyapanya. Ia mulai terhanyut di keheningan malam sunyi saat itu. Tiba-tiba saja KRINGGGGGG dering handphone tanda telpon masuk memecah keheningan maalm itu, dengan spontan Sisil melompat dari kursinya, alhasil bukan meraih handphone miliknya melainkan kepalanya terbentur pinggir pintu. “awwww..... siapa sih telpon malam gini, ngagetin orang melamunaja deh” kesal sisil saat menjawab telpon. “hey,sisil, loe kenapa?emang lagi ngelamunin siapa?pasti gue ya?”jawab seseorang diseberang. “heh?emang ini siapa?”ucap sisil kaget. “loe liat dulu deh di layar handphone loe”jawab seseorang diseberang lagi. Betapa kagetnya bahwa ternyata yang sedang ia bentak adalah adrian. “Adrian????sorry sorry, gue nggak tau kalau itu loe”ucap sisil sambil tersipu malu. “iya nggak papa kok. Loe ngelamunin siapa sih?”tanya adrian penasaran. “enggak, bukan siapa siapa kok”jawab sisil cepat. “hem,,, kok belum tidur sil?oiya, gue Cuma mau nyampekin kalau 3 hari lagi gue udah selesai gantiin pak hakim”ucap adrian. “syukur deh kalau gitu”jawab meta. “apa?”jawab adrian kaget.”oh, enggak”jawab sisil gugup. “owh,, yaudah deh, gini besok ada yang mau gue bicarain sama loe, gue tunggu loe di taman belakang sekolah waktu istirahat”kata adrian. “oh, iya”jawab sisil. Setelah itu adrian langsung memutuskan sambungan telponnya.
  Skip
keesokan harinya di sekolah sisil sedang memikirkan, kira kira apa yang akan adrian bicarakan dengan dia. “kenapa harus di taman belakang sekolah juga. Itukan tempatnya lumayan sepi. Nanti kalau ada orang yang tau bagaimana, nanti malah dikira yang tidak-tidak, huhhhh”keluh sisil pelan.
Kringggggggg..... bel istirahat berdering nyaring, sebuah sms masuk ke handphone sisil.

From : Adrian
       Hey, loe nggak lupakan. Gue tunggu sekarang.
From : Sisil
       Iya, gue kesana sekarang

Sisil pun dengan segerapergi ke taman belakang sekolah. “eh, sil loe mau kemana???nggak ikut kita ke kantin???”tanya selta “oh, enggak sel, gue ada keperluan bentar, loe sama meta pergi ke kantin aja duluan”jawab sisil terburu-buru dan kemudian langsung berlari ke taman belakang.
            Sesampainya di taman belakang sekolah, adrian yang melihat sisil berlari segera berdiri dari duduknya dan menghampiri sisil. Saking terburunya sisil, hingga ia tak memperharikan jalannya dan tersandung. Hampir saja ia mencium tanah, untung saja adrian dengan sigap menangkapnya. “hati-hati kalau jalan”ucap adrian “gue nggak jalan tau, gue lari, loe nggak liat apa??”jawab sisil sewot memanyunkan bibirnya. “iya iya, gitu aja ngambek. Dah, yuk duduk”ucap adrian sambil menggandeng tangan sisil “loe mau ngomong apaan?waktu gue nggak lama, Cuma 20 menit”tanya sisil. “iya, 10 menit udah cukup kok”jawab adrian. “oh,, oke,,, sekarang cepet bicara”ucap sisil. “besok gue mau ajak loe jalan-jalan mau nggak?tanya adrian “kemana?”tanya sisil kembali “kalau mau besok loe juga tau sendiri”jawab adrian “nanti malem gue kabarin deh kalau boleh,gue mesti tanya ke mama gue dulu”jawab sisil “em... oke, yaudah gitu aja”ucap adrian “hah?gitu doang?gue bela-belain lari kesini sampai mau kesandung jatuh, tapi loe cuma ngomong itu doang?”ucap sisil “iya, gue lanjut besok, hari ini gue nggak bilang semuanya, gue akan bilang besok dan lusa”ucap adrian “kalau loe masih mau tau apa yang akan gue omongin sama loe, lusa loe mesti dateng ketempat yang gue tentuin. Dan tempat itu, akan gue kasih tau besok”tambah adrian lagi. “oh gitu ya,yaudah deh, bentar lagi bel masuk, gue balik dulu ya ke kelas”ucap sisil “silakan my princes, hahaha”jawab adrian.
  Skip

Dear deary,
Kira-kira apayayang mau di bicarain sama adrian ke gue, kok gue jadi gini. Gue tuh penasaran banget tau,tapi gue sebenernyamales aja kalau harus gini gitu, iya kalau gue dijemput gitu sama dia,orang gue berangkat sendiri. Dianya mah enak tinggal nyuruh aja, lah gue?enggak gitu. Tapi gue penasaran banget. Yah, gpp deh, apa boleh buat dan dikata. Harus nurut aja.

               Karena rasa penasaran akhirnya sisil menelpon adrian untuk mengatakan bahwa ia setuju dengan persyaratan dari adrian. Keesokan harinya, sisil ternyata diajak oleh adrian ke pantai, disana sisil diperlihatkan sebuah tulisan SISIL GUE ... ... ... “hanya dua kata?yang tiga kata kemana?”tanya sisil saat membaca tulisan yang terdapat di pasir dihadapannya “ya, tiga kata lagi besok senin sisil”jawab adrian santai. “owh, oke, gue mesti kemana lagi?”tanya sisil “datanglah jam 07.00 sore di Kebun bunga dekat komplek elite di jl.garuda”jawab adrian “hey, itu lumayan jauh tau dari rumahku”ucap sisil “hmm, apa gue jemput?”tanya adrian “owh, nggak usah deh, gue besok minjem mobil mama aja”jawab sisi “jangan, karena besok gue yang akan anter loe pulang”kata adrian “oh gitu ya, yaudah gue minta anter selta aja deh”kata sisil “oke, gue tunggu”jawab adrian. Mereka berdua menikmati pemandangan matahari tenggelam sore itu. Setelah matahari sempurna menyembunyikan dirinya, mereka berdua kembali pulang, adrian mengantar sisil pulang. Selama perjalanan hanya hening yang ada, tak ada salah satu dari mereka yang ingin menciptakan kehidupan dalam perjalanan. “udah yampek nih, mau gue anter sampai depan pintu?”tawar adrian “oh enggak usah, makasih”jawab sisil “emm, yaudah, met ketemu besok ya di sekolah dan inget jam 7 sore jangan lupa”uap adrian “iya, yaudah bye”jawab sisil. Adrian hanya membalas lambaian sisil dengan senyum hangatnya.
            Keesokan harinya sisil bertemu dengan Adrian di sekolahan, wajahnya sedikit murung, entah mengapa sisil bisa menangkap guratan kesedihan di wajah adrian. Iapun memutuskan untuk menghampiri adrian yang kini sedang duduk di bangku taman sekitar kantin, namun ia segera mengurungkan niatnya, ia sadar kini ia disekolahan dan statusnya ia sedang menjadi murid dari adrian, bukan temannya. Iapun segera pergi dari sana dan kembali ke kelasnya.
            Bel berbunyi tanda jam pelajaran dimulai, Adrian masuk pada jam pertama untuk mengisi pelajaran bahasa inggris seperti biasanya. Di akhir pelajaran adrian meminta maaf jika selama ia menjadi guru pengganti di sini telah membuat salah. Dan iapun juga mengucapkan kata perpisahan.
  Skip
Jam 06.30 sore. Sisil bersiap untuk berangkat menuju tempat yang telah di tentukan oleh adrian kemarin. Tin tin tin, terdengar  suara klakson mobil. “ma, sisil berangkat dulu udah di jemput”teriak sisil sambil berlari kecil menuruni tangga “iya sayang, hati-hati, jangan pulang terlaru larut”jawab mama sisil “iya”jawab sisil sambil menutup pintu. “betapa terkejutnya sisil ketika melihat bukan Honda Jazz  putih milik Selta yang terparkir di depan melainkan mobil sport mewah Lamborghini berwarna hitam yang terparkir disana. Kaca mobil itu perlahan turun dan ada seorang pria tampan yang menyunggingkan senyum khasnya. “Adrian???”tanya sisil heran “iya, gue emang nyuruh selta tetep stay di rumah, dan gue yang jemput loe”jawab adrian santai “ayo”tambahnya lagi “eum,, iya”jawab sisil.
Sesampainya mereka di tujuan, adrian mengajak sisil untuk duduk di bangku yang sudah di siapkan olehnya. Dan tanpa basa basi Adrian langsung mengungkapkan apa maksud hatinya menyuruh sisil kemari. “loe masih inget 2 kata di pantai kemarin??”tanya adrian “iya, gue inget, di pasir itu bertuliskan SISIL GUE”jawab sisil “loe tau, maksudnya”tanya adrian lagi “enggak, kata itu nggak lengkap, still 3 word missing”jawab sisil “oke, sekarang gue mau kasih tau loe 3 kata itu. Sisil, loe tau pertama kali kita bertemu?saat gue dan loe tabrakan?loe marah sama gue, dan entah mengapa saat itu, gue merasa loe itu beda dari cewek lainnya, loe natural, dan saat itu gue mulai tertarik sama loe, sampai akhirnya gue lakukan segala cara untuk kenal loe lebih dekat, melalui selta, dan meta sahabat loe, tanpa loe tau, gue korek semua informasi tentang diri loe, gue penasaran”jelas adrian “mak..maksud loe???”tanya sisil mulai gugup dan tak percaya akan ucapan adrian “yah, gue tau selama ini status kita adalah murid dan guru, tapi sil, perasaan ini nggak bisa gue sembunyiin lagi, gue nggak kuat”ucap adrian “tapi ad....”kaliamat sisil terpotong “hust.. dengerin gue”ucap adrian memotong kalimat sisil sereya meletakkan telunjuknya pada bibir sisil, sisil hanya diam menurut. “3 kata itu potongan dari 5 kata itu, 5 kata itu adalah, SISIL GUE SUKA SAMA LOE, apa loe mau jadi pacar gue?”tanya adrian to the point. Sisil hanya terdiam dan tak percaya, tanpa pikir panjang sisil yang sebenarnya juga memiliki perasaan yang sama lari meninggalkan adrian, dengan cepat adrianpun mengejar sisil dan menggenggam pergelangan  tangan sisil erat hingga sisil menghentikan langkahnya. Sisil terduduk lemas dan tiba-tiba menangis. Adrianpun  berjongkok dan memeluk sisil. “Sorry adrian, walaupun sebenarnya gue juga suka sama loe, tapi gue nggak sempurna buat loe, dan loe... loe terlalu sempurna buat gue, seharusnya loe bisa mendapatkan orang yang lebih baik dari gue”ucap sisil diiringi tangisnya  “Sil, bagi gue loe sempurna, loe beda dari cewek lain yang gue kenal, loe istimewa sil, jadi gue tanya sekali lagi, apa loe mau jadi pacar gue?”tanya adrian lagi. Sisil hanya mengangguk tak bisa menjawab karena masih terisak. Adrian yang bahagia memluk sisil erat. Namun disisi lain sepasang mata melihat dengan derai tangisnya. Ya, dia adalah Meta sahabat sisil. Ia telah menduga bahwa ini akan terjadi. Adrian tak pernah melihatnya, bahwa ia mencintai adrian. Ia sadar, bahwa mungkin memang adrian bukan untuknya. Meta hanya lari dengan tangisnya dan memasuki mobil toyota Yaris miliknya dan pergi meninggalkan adrian dan sisil.
SELESAI
DARI CERITA INI DAPAT DIAMBIL BAHWA, JIKA MEMANG INGIN MENDAPATKAN ORANG YANG MEMENG BENAR UNTUKMU, JADILAH DIRIMU SENDIRI. SEORANG YANG TULUS MENCINTAIMU AKAN MELIHATMU DENGAN HATINYA BUKAN DENGAN TATAPAN NAFSUNYA. CARILAH SESEORANG YANG BISA MEMBERIMU TANPA HARUS KAU MEMINTA. KARENA HATI ITU DIPILIH BUKAN MEMILIH.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Drop Your Comen Here,,,

Thank You After Visit My Blog