By : Qorina El Baroroh
Berawal dari kehidupan seorang
gadis yang bisa di bilang amat sangat biasa saja. Tak ada yang istimewa dari
gadis ini. Ia tidak cantik namun tidak jelek,
ya standart lah, otakpun tidak encer, dan badannya tak langsing. Namanya
Sisilia Aswetchatiya. Indo keturunan Jawa-Jerman. Namun walaupun ia indo, ia
lebih banyak mengambil karakteristrik dari ibunya yaitu Jawa. Mulai dari ujung
rambut sampai ujung kaki.
Hari ini hari rabu dan kebiasaan
sisil pun terulang lagi. Kring……. Kring…… kring…….. dering alarm hampir saja
memecahkan semua kaca di ruangan itu. “huaaaa….. pagiiiiiii……..” ucap sisil
seraya menguap, membuka candela, melihat jam. “WHAT?????telat lagiiiiiiiiiii”
berlari menuju kamar mandi dengan terburu-buru daaaannnnnn….. BRUKKK
“awwwwwww…….” Sisil terpeleset di dalam kamar mandi. Tapi walaupun begitu ia
tetap cepet-cepet-cepet-dan cepet karena hari ini ada ulangan kimia, dannnnnnnn
telat 5 menits udah fatal dan nggak akan bisa ikut ulangan harian. “maaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa………
sisil berangkat dulu ya”teriak sisil sambil menyomot satu potong roti di atas
meja. “iya sayang” jawab mama dari dapur.
@Jam
Istirahat
“aduh meta, gila banget, hamper aja
kena pak suroso, untung aja gue bias melarikan diri dari pandangannya”cerita
sisil dengan beremosi. “iyatuh, bener-bener gokil” jawab meta. ”eh, gue duluan
ya, mau ke perpus nih”ucap selta. “owh, oke abis nih gue nyusul ya”jawab sisil.
“sip” jawab selta singkat. Setelah beberapa menit, sisil pun memutuskan untuk menyusul
selta ke perpus, namun tiba-tiba kejadian tak terduga terjadi di tengah
perjalanan menuju perpus.
@Lorong
Kelas - Perpus
Tut…tut…tut….
Sebuah pesan masuk ke handphone sisil. Tanpa berhenti sisil membaca dan
membalas sms tersebut. Dan tanpa berpaling dari layar handphone miliknya ia
terus melanjutkan jalannya hingga akhirnyaaaaaaa Brukk “aduhhhhh……handphone
gue”teriak sisil ketika mendapati handphonenya terbanting dan terlepas bagian
satu dengan yang lain*padahal yang jatuh sisil tapi yang di khawatirin malah
handphonenya*. “maaf mbak” ucap si penabrak.”iya gpp kalau gue, tapi handphone
gue, loe liat nggak ancurkan”jawab sisil tanpa memperhatikan wajah si
penabrak.”iya maaf mbak, nanti biar saya ganti deh”jawab si penabrak. Dannnn
pada akhirnya sisil mendongak, dan pada saat itu juga sisil tertegun ketika
melihat wajah tampan si penabrak, namun ia
tetap saja kesal “iya deh” jawab sisil singkat dan melanjutkan jalannya menuju
perpus.
@Perpus
*saat bertemu selta* “eh sel tau
nggak sih, tadi handphone gue kebanting dan sekarang ancur”ucap sisil dengan
nada berbisik.”serius loe?”jwb selta. “iya nih loe liat, tapi gue seneng banget
ta” “what?gila ya loe, handphone rusak kok malah seneng sih” “masalahnya bukan
gitu sel, loe tau nggak kenapa handphone gue rusak?” “ehhhh, ya mana gue tau”
“jadi gini sel, gue tadi tabrakan sama cowok ganteng dan….
Bla…bla…bla…bla…”cerita sisil panjang lebar.”owh jadi gitu ya….” “iya”
Bel pulang pun akhirnya berbunyi
nyaring, siswa dan siswi SMAN 45 berhamburan keluar kelas dan membanjiri
halaman sekolah dengan tawa ceria mereka melepas kelelahan setelah seharian
belajar. “heyyyyy… heyyyy….hey…. selta, meta, jalan yuk ke mall deket sini, gue
mau cari novel nih, tadi gue baru dapet info ada novel teenlit baru dannnn
limited edition”celoteh sisil. “hemmm, oke deh,yukkk” jawab selta. “sorry
sel,sil, gue nggak bisa gue mesti balik duluan, ada les kimia nih, jadwalnya
geser, sorry banget ya” ucap meta. “emmmm, yaudah deh nggak apa kok” jawab
sisil. “ yaudah ya, byeee…”. Dan merekapun berpisah di depan gerbang sekolah.
@Mall
Sesampainya di sana mereka langsung
menuju rak buku yang mereka inginkan. “wahhhhhh, bagus banget nih bukunya, ini
juga, ini juga, gue belis emua aja deh tiga tiganya” ucap sisil. “hey sel, loe
nggak beli?”Tanya sisil saat membayar buku di kasir. “udah nih” jawab selta.
“ohhh, yaudah yukkk” ajak sisil sembari membayar bukunya. Saat di jalan, sisil bertemu
lagi dengan cowok yang tadi siang menabraknya ketika hendak ke perpus dan cowok
itu masih ingat, cowok itu pun langsung menghampiri sisil. “hey, kamu cewek
yang tadi kan, kebetulan banget ketemu disini, oiya gue adrian, kamu???” “oh
iya, gue sisil, ini temen gue selta” jawab sisil “owh, Adrian” “selta” “oiya,
kebetulan banget mumpung lagi disini, gue mau gantiin handphone kamu sekalian aja
gimana?” Tanya Adrian pada sisil. “oh, nggak usah deh, ntar biar gue servisin aja
di rumah” jwb sisil malu-malu.” Lho nggak bisa gitu, udah ayo ikut aja”jwb
Adrian.”iya ajalah sil”bisik selta “tapikan gue nggak enak sel”jwb sisil. “eh,
malah bengong, ayo sel, sil” ucap Adrian “iyaa iya” jwb sisil. Setelah mendapat
ganti handphone yang baru sisil, Adrian, dan selta tuker-tukeran nomor handphone
dan makan dan lain-lain.
Setelah beberapa lama Adrian
mengantar selta dan sisil pulang kerumah mereka. Ternyata tanpa disadari Adrian
memiliki sebuah perasaan terhadap sisil sejak pertama kali ia bertemu dengan sisil.
Namun Adrian masih menunggu waktu yang tepat untuk memberi tahukan semuanya kepada
sisil. Apalagi ia adalah guru baru di sekolah sisil yang untuk sementara menggantikan
pak hakim guru mata pelajaran bahasa inggris.
Besok adalah hari minggu, tak terasa
sudah 3 hari sisil mengenal Adrian. Tut tut tut tut… pesan masuk ke handphone sisil.
From : Adrian
Hei
sisil, met malem. Besok hari minggu kan, ada acara nggak??? Kalau nggak, gimana
kalau besok kita jalan. Aku mau ngajak kamu ke sesuatu tempat. Ada yang maua ku
bicarain sama kamu.
From : Sisil
Kyaknya
nggak ada sih, emang mau kemana?kenapa nggak bicara sekarang aja?
From : Adrian
Nggak
bisa, besoka ja. Nanti juga tau.Yaudah bye sisil. Malem. Met ketemu besok
“ada
ada aja deh ni orang, kenapa nggak ngomong sekarang aja, oiya, buset, gue nggak
tau jam berapa, gue mesti telpon Adrian nih”. Beberapa saat kemudian sambungan telpon
sudah terjawab oleh Adrian. “hallo sil, ada apa ya???” “gpp sih, Cuma mau nanya,
besok jam berapa?” “oiya, gue lupa nggak ngasih tau jamnya ya, jam setengah 9
pagi udah gue jemput” “owh yaudah deh kalau gitu” “iya” “yaudah bye” “bye”.
“gila jam setengah 9 pagi?????aduh, nggak ada kesempatan molor nih, nggak bisa
nyantai dulu deh”sisil menggerutu sendiri, karena biasanya hari minggu adalah hari
bermalas-malasan baginya.
“duh, jam berapa nih???telat nggak
ya gue???”tiba-tiba saja sisil terbangun dari tidurnya, padahal waktu masih
menunjukkan pukul 02.00 dini hari. Karena ada janji kini sisil jadi tidak bisa
tidur, ia takut akan telat bangun. Ia menyadari bahwa sebenarnya yang
membuatnya susah sendiri seperti ini adalah dirinya sendiri. Setelah hampir
setengah jam ia duduk bersandar di kasurnya akhirnya iapun mengantuk dan
tertunduk tidur.
Kring....kring....kring... alarm
berdering nyaring memecah keheningan, waktu menunjukkan pukul 04.30 pagi. “kok
perasaan gue nggk kayak biasanya ya, kenapa gue deg-deg an banget gini, padahal
biasanya kalok gue mau nge-date sama cowok-cowok laen nggak gini, biasa aja,
ini kenapa beda coba”ucap sisil seraya berpaling dari jendela. “nggak biasanya
juga, gue bisa bangun sepagi ini”. “ahh,,, udahlah, lebih baik gue buat olah
raga aja, siapa tau gue jadi kurus ntar”. Sisilpun melanjutkan kegiatannya
dengan bersepeda sekelilikng komplek dan taman yang di ujung komplek. Semuanya
terlihat sepi, sunyi, jarang terlihat orang pada pagi buta seperti ini.
Kebanyakan orang akan memulai olah raga pagi pada pukul setengah emam pagi.
#Pukul
05.00 pagi
“ternyata udara pagi seperti ini
sejuk juga”ucap sisil saat menikmati udara pagi dengan duduk di bangku taman.
“buset...gue lupa, ntar kalau mama nyariin gimana, gue kan belum bilang kalau
gue jalan jalan, gue mesti telpon mama nih”. Tutttttttttttttttttt “haloo
ma,maaf ya sisil keluar nggak bilang bilang, sisil ketaman komplek ma”ucap
sisil pada mamanya “owh, iya sayang, mama aja baru bangun kok” jawab mama.
“yaudahma kalo gitu, bye” “iya sayang”.
Di meja makan sisil
hanya terdiam tak banyak bicara seperti biasanya, hingga ia mengatakan bahwa
nanti ia akan pergi bersama adrian. “emmm, ma nanti sisil mau keluar sama
adrian jam setengah 9 boleh?”tanya sisil “iya sayang, tapi jangan jauh-jauh ya,
jangan lama-lama” jawab mama. “yaudah kalai gitu ma, sisil siap-siap dulu ya”
“iya sayang”.
Tin ... tin ... bunyi suara klakson mobil dari luar.
Seketika itu juga ada telpon masuk ke handphone sisil. “sil, aku udah di depan,
bukain pintunya dong, kan aku ntar nggak bisa minta ijin sama mama kamu dulu”
“oiya”. “maaaa, adrian dateng”teriak sisil sebelum membukakan pintu untuk
adrian. “iya sayang”. “nak adrian ya?”tanya mama sisil “iya tante”jawab adrian
antusias “wah, ganteng ya”adrian hanya tersenyum “tante, saya mau minta ijin
ngajak sisil keluar boleh tante?” “oh iya boleh, tapi jaga dia baik-baik ya”
“beres tan, ya udah kalau gitu kita berangkat dulu ya tan” “iya iya” “ma,sisil
berangkat dulu” “iya sil”.
@ Gazebo di sebuah
danau
Adrian dan Sisil duduk menikmati hembusan angin dan
burung-burung yang bernyanyi riang. Di situlah adrian mulai mengatakan siapa
dirinya sebenarnya namun belum untuk perasaannya. “sisil” “ya” “aku mau ngomong
sesuatu, tapi jangan marah ya” “hemm, apa?” “sil, liat gue dong, gue serius”
“iya udah, nih kan, apaan?” “sebenar aku tuh guru penggantinya pak hakim”
“what?hahahahhahaha, ada-ada aja deh””serius sil” “nggak mungkin lah, masak iya
coba guru jalan sama muridnya” “sil, gue nggak bohong, loe liat aja, hari senin
pasti gue yang akan jadi guru bhs.inggris loe” “ya udah, kita lihat aja nanti” “mudah-mudahan aja loe cuma bercanda”batin
sisil.
Hari seninpun datang, dan kekhawatiran mulai hinggap di
hati sisil menjelang pelajaran bhs.inggris. dannnnnn apa yang di khawatirkan
oleh sisilpun ternyata menjadi kenyataan. Dia, ardian memang guru pengganti pak
hakim. “ohhhh nooooooooooooo, ini
real”jerit sisil dalam hati.
Selama pelajaran adrian sisil nampak tidak konsentrasi
namun adrian tak menghiraukan semua itu, karna ia tahu bahwa sisil sedang
bingung. Adrian benar bejibun pertanyaan pernyataan bersarang di otak sisil.
Skip
“sil, loe nggak kenapa
napa kan?gue liat loe dari tadi waktu pelajaran pak adrian melamun terus” tanya
meta pada sisil, namun sisil tak menghiraukan itu. Selta yang mengetahui ini
bukan waktu yang tepat untuk menjelaskan memilih diam saja.
Bel pulang berbunyimembuyarkan konsentrasi para siswa dan
siswi di SMAN 45. Sisil, selta, meta seperti biasa jalan pulang bersama, namun
kali ini berbeda, sebuah mobil mewah berwarna hitam metalik berhenti disamping
mereka bertiga. Kaca mobil itu diturunkan dan betapa kagetnya mereka bahwa itu
adalah adrian. “hey sisil, ayo aku antar pulang” ucap adrian dengan senyum
hangatnya. “kok sisil aja sih pak, kita bertiga kan sahabat”celetuk meta
tiba-tiba “yasudah, ayo masuk kalian bertiga”ucap adrian masih memperlihatkan
senyum hangatnya.
“siapa tadi yang mengantarmu pulang sil?kok nggak di ajak
mampir?”tanya mama sisil di meja makan ketika hendak makan malam. “oh itu,
adrian yang waktu itu ma, diakan tadi mau ngantar selta sama meta juga, jadi
nggak bisa mampir”jawab sisil sambil menyendok nasi kepiringnya. Mama sisil
hanya mengangguk angguk berati mengerti dan mereka melanjutkan makan malamnya.
#maaf ayah jarang disebutkan, disini ayah hanya figuran, karena ceritanya sisil
lebih dekat ke mama daripada ayahnya yang masih kerja di jerman. Dan saudara
sisil juga agak nggak penting dalam scene ini.
Malam harinya menjelang pukul 21.00 sisil masih
dudukdilantai bersandar ketempat tidurnya, belum bisa tidur itulah yang
dirasakan sisil saat ini. Sisil terus memutar satu lagu yang sama terus menerus
melalui iPod miliknya. Mama yang masih mendengar alunan musik dari kamar sisil
memutuskan untuk mengunjungi kamar sisil. “sayang, kok belum tidur, kenapa?”tanya
mama sisil sambil membelai poni sisil lembut.”nggak apa apa ma, masih belum
ngantuk aja”jawab sisil ringan “beneran?yakin?tapi kayaknya mama lihat ada yang
kamu fikirkan, ayo apa, cerita ke mama”tanya mama perhatian “ma, sisil kangen
papa”jawab sisil di iringi isak yang kemudian tanpa sadar sisil menangis “mama
tau, mama juga kangen sama papa, kemaren waktu kamu keluar sama adrian papa
menelpon mama, papa ingin bicara sama kamu, tapi sayangnya kamu nggak ada, mama
nggak tau kapan papa akan telpon lagi, tapi katanya bentar lagi papa
pulang”jawab mama sambil menghapus air mata sisil dan memeluknya penuh kasih
sayang. “yasudah, kamu sudah tau kan sekarang, nah sekarang ayo tidur, besok
kan sekolah”ucap mama menuntun ke kasur dan merapikan selimut “iya ma”jawab
sisil singkat “yasudah selamat malam sayang, jangan lupa berdoa ya”ucap mama
seraya mencium kening sisil, sisil hanya mengangguk.
“oh noooooo, maaaaaaaa sisil kesiangan”sisil berteriak
dari kamarnya. Mama yang mendengarnya dari meja makan hanya menggeleng dan
tersenyum. Kali ini mama sengaja tidak membangunkan sisil lebih lanjut, agar
sisil tidak terbiasa bangun telat. Mama berfikir, bagaimana nanti dia kalau
sudah kuliah. Tidak ada mama yang membangunkannya lagi.
Skip
@Sekolahan
“selta, meta”ucap sisil kepada kedua sahabatnya yang
sedari tadi ia ajak bicara namun nihil, tak ada jawaban “SELTAAAAAAA,
METAAAAAAAAA”kini sisil berteriak namun “hemmm”jawab selta dan meta santai,
ringan, dan seperti sedang berbicara dengan burung. “kenapa sih kalian berdua
ini?”ucap sisil kesal “gpp”jawab set+met barengan “nyebelin banget, yaudah gue
pergi aja”sisil memutuskan untuk pergi meninggakan sel+met ke taman belakang
sekolah. “huh, gue kesel hari ini, nggak ada yang peduliin gue, kenapa sih hari
ini nggak menyenangkan banget”runtuk sisil kesal dan menundukkan kepalanya
memukul-mukul rok sekolahnya “siapa bilang nggak ada yg peduli sama loe, gue
ada”jawab seseorang. Sisil menoleh kesumber suara, dan itu adrian. “hah?kenapa
mesti loe yang dateng, kenapa bukan gebetan gue yang lain coba, atau
jangan-jangan loe ngikutin gue ya”ucap sisil “oh, jadi nggak mau gue dateng
kesini,padahal gue Cuma kebetulan lewat loh, yaidah gue pergi aja deh”ucap
adrian sambil beranjak dari duduknya “eh,jangan.kenapa sih loe,maaf”ucap sisil
sambil memegangi tangan adrian.
“huh,dasar
kalian ini, gue jadi ditemenin sama pak adrian tadi ditaman”ucap sisil seraya
memanyunkan bibir sambil berjalan menuju kursinya. “hah?pak adrian?”ucap meta
kaget. “iya, kenapa?”jawab sisil “kerennnnnn”jawab meta “hah?what?keren?biasa
aja”jawab sisil sontak.
Skip
Dear Diary,,,
Hari ini aku gue ketemu lagi sama dia,
dia siapa lagi kalau bukan Adrian guru gue sendiri. Gue berharap dia nggak akan
lama di sekolahan gue. Sebenarnya gue bingung aja. Kenapa setiap gue butuh
seseorang buat curhat, dia selalu ada dan selalu aja dateng di waktu yang
tepat. Diary, mudah-mudahan aja nggak kenapa napa dan dia emang orang yang
baik. Soalnya gue juga agak takut sedikit sih. Loe taukan diary kalau dia
kemana aja gue pergi kenapa selalu ketemu dia gitu. Aneh ngak sih menurut loe
diary?menurut gue sih iya. Suka????menurut loe apa dia suka gue ya???ah..nggak
mungkin lah, gue begini. Masak iya sih... emm ya udah deh Whatever for today, i
don’t care.
Malam ini terasa begitu sunyi, Sisil
sedang sendirian dirumah.”huh sendirian lagi. nggak ada yang nemenin, kakak
nggak tau kemana,mama lagi ada kerjaan di luar kota, papa juga masih di jerman,
jadi gue nih gue sendirian di rumah, kebayang nggak sih rasanya” gerutu sisil
sendiri sambil menatap keluar jendela kamarnya yang berada di lantai dua itu.
Ia melangkahkan kakinya keluar ke halaman kecil yang menjorok keluar di depan
pintu kamarnya di lantai dua. Ia duduk diatas kursi bulat memeluk kedua
lututnya di malam yang dingin ini dan hanya memandang bintang di langit yang
seakan tersenyum menyapanya. Ia mulai terhanyut di keheningan malam sunyi saat
itu. Tiba-tiba saja KRINGGGGGG dering handphone tanda telpon masuk memecah
keheningan maalm itu, dengan spontan Sisil melompat dari kursinya, alhasil bukan
meraih handphone miliknya melainkan kepalanya terbentur pinggir pintu.
“awwww..... siapa sih telpon malam gini, ngagetin orang melamunaja deh” kesal
sisil saat menjawab telpon. “hey,sisil, loe kenapa?emang lagi ngelamunin
siapa?pasti gue ya?”jawab seseorang diseberang. “heh?emang ini siapa?”ucap
sisil kaget. “loe liat dulu deh di layar handphone loe”jawab seseorang
diseberang lagi. Betapa kagetnya bahwa ternyata yang sedang ia bentak adalah
adrian. “Adrian????sorry sorry, gue nggak tau kalau itu loe”ucap sisil sambil
tersipu malu. “iya nggak papa kok. Loe ngelamunin siapa sih?”tanya adrian
penasaran. “enggak, bukan siapa siapa kok”jawab sisil cepat. “hem,,, kok belum
tidur sil?oiya, gue Cuma mau nyampekin kalau 3 hari lagi gue udah selesai
gantiin pak hakim”ucap adrian. “syukur deh kalau gitu”jawab meta. “apa?”jawab
adrian kaget.”oh, enggak”jawab sisil gugup. “owh,, yaudah deh, gini besok ada
yang mau gue bicarain sama loe, gue tunggu loe di taman belakang sekolah waktu
istirahat”kata adrian. “oh, iya”jawab sisil. Setelah itu adrian langsung
memutuskan sambungan telponnya.
Skip
keesokan
harinya di sekolah sisil sedang memikirkan, kira kira apa yang akan adrian
bicarakan dengan dia. “kenapa harus di taman belakang sekolah juga. Itukan
tempatnya lumayan sepi. Nanti kalau ada orang yang tau bagaimana, nanti malah
dikira yang tidak-tidak, huhhhh”keluh sisil pelan.
Kringggggggg.....
bel istirahat berdering nyaring, sebuah sms masuk ke handphone sisil.
From
: Adrian
Hey, loe nggak lupakan. Gue tunggu sekarang.
From
: Sisil
Iya, gue kesana sekarang
Sisil pun dengan
segerapergi ke taman belakang sekolah. “eh, sil loe mau kemana???nggak ikut
kita ke kantin???”tanya selta “oh, enggak sel, gue ada keperluan bentar, loe
sama meta pergi ke kantin aja duluan”jawab sisil terburu-buru dan kemudian
langsung berlari ke taman belakang.
Sesampainya di taman belakang
sekolah, adrian yang melihat sisil berlari segera berdiri dari duduknya dan
menghampiri sisil. Saking terburunya sisil, hingga ia tak memperharikan
jalannya dan tersandung. Hampir saja ia mencium tanah, untung saja adrian
dengan sigap menangkapnya. “hati-hati kalau jalan”ucap adrian “gue nggak jalan
tau, gue lari, loe nggak liat apa??”jawab sisil sewot memanyunkan bibirnya.
“iya iya, gitu aja ngambek. Dah, yuk duduk”ucap adrian sambil menggandeng
tangan sisil “loe mau ngomong apaan?waktu gue nggak lama, Cuma 20 menit”tanya
sisil. “iya, 10 menit udah cukup kok”jawab adrian. “oh,, oke,,, sekarang cepet
bicara”ucap sisil. “besok gue mau ajak loe jalan-jalan mau nggak?tanya adrian
“kemana?”tanya sisil kembali “kalau mau besok loe juga tau sendiri”jawab adrian
“nanti malem gue kabarin deh kalau boleh,gue mesti tanya ke mama gue dulu”jawab
sisil “em... oke, yaudah gitu aja”ucap adrian “hah?gitu doang?gue bela-belain lari
kesini sampai mau kesandung jatuh, tapi loe cuma ngomong itu doang?”ucap sisil
“iya, gue lanjut besok, hari ini gue nggak bilang semuanya, gue akan bilang
besok dan lusa”ucap adrian “kalau loe masih mau tau apa yang akan gue omongin
sama loe, lusa loe mesti dateng ketempat yang gue tentuin. Dan tempat itu, akan
gue kasih tau besok”tambah adrian lagi. “oh gitu ya,yaudah deh, bentar lagi bel
masuk, gue balik dulu ya ke kelas”ucap sisil “silakan my princes, hahaha”jawab
adrian.
Skip
Dear deary,
Kira-kira apayayang mau
di bicarain sama adrian ke gue, kok gue jadi gini. Gue tuh penasaran banget
tau,tapi gue sebenernyamales aja kalau harus gini gitu, iya kalau gue dijemput
gitu sama dia,orang gue berangkat sendiri. Dianya mah enak tinggal nyuruh aja,
lah gue?enggak gitu. Tapi gue penasaran banget. Yah, gpp deh, apa boleh buat
dan dikata. Harus nurut aja.
Karena rasa penasaran
akhirnya sisil menelpon adrian untuk mengatakan bahwa ia setuju dengan
persyaratan dari adrian. Keesokan harinya, sisil ternyata diajak oleh adrian ke
pantai, disana sisil diperlihatkan sebuah tulisan SISIL GUE ... ... ... “hanya dua kata?yang tiga kata kemana?”tanya
sisil saat membaca tulisan yang terdapat di pasir dihadapannya “ya, tiga kata
lagi besok senin sisil”jawab adrian santai. “owh, oke, gue mesti kemana
lagi?”tanya sisil “datanglah jam 07.00 sore di Kebun bunga dekat komplek elite
di jl.garuda”jawab adrian “hey, itu lumayan jauh tau dari rumahku”ucap sisil
“hmm, apa gue jemput?”tanya adrian “owh, nggak usah deh, gue besok minjem mobil
mama aja”jawab sisi “jangan, karena besok gue yang akan anter loe pulang”kata
adrian “oh gitu ya, yaudah gue minta anter selta aja deh”kata sisil “oke, gue
tunggu”jawab adrian. Mereka berdua menikmati pemandangan matahari tenggelam
sore itu. Setelah matahari sempurna menyembunyikan dirinya, mereka berdua
kembali pulang, adrian mengantar sisil pulang. Selama perjalanan hanya hening
yang ada, tak ada salah satu dari mereka yang ingin menciptakan kehidupan dalam
perjalanan. “udah yampek nih, mau gue anter sampai depan pintu?”tawar adrian
“oh enggak usah, makasih”jawab sisil “emm, yaudah, met ketemu besok ya di
sekolah dan inget jam 7 sore jangan lupa”uap adrian “iya, yaudah bye”jawab
sisil. Adrian hanya membalas lambaian sisil dengan senyum hangatnya.
Keesokan harinya sisil bertemu
dengan Adrian di sekolahan, wajahnya sedikit murung, entah mengapa sisil bisa
menangkap guratan kesedihan di wajah adrian. Iapun memutuskan untuk menghampiri
adrian yang kini sedang duduk di bangku taman sekitar kantin, namun ia segera
mengurungkan niatnya, ia sadar kini ia disekolahan dan statusnya ia sedang
menjadi murid dari adrian, bukan temannya. Iapun segera pergi dari sana dan
kembali ke kelasnya.
Bel berbunyi tanda jam pelajaran
dimulai, Adrian masuk pada jam pertama untuk mengisi pelajaran bahasa inggris
seperti biasanya. Di akhir pelajaran adrian meminta maaf jika selama ia menjadi
guru pengganti di sini telah membuat salah. Dan iapun juga mengucapkan kata
perpisahan.
Skip
Jam
06.30 sore. Sisil bersiap untuk berangkat menuju tempat yang telah di tentukan
oleh adrian kemarin. Tin tin tin, terdengar
suara klakson mobil. “ma, sisil berangkat dulu udah di jemput”teriak
sisil sambil berlari kecil menuruni tangga “iya sayang, hati-hati, jangan
pulang terlaru larut”jawab mama sisil “iya”jawab sisil sambil menutup pintu.
“betapa terkejutnya sisil ketika melihat bukan Honda Jazz putih milik Selta yang terparkir di depan
melainkan mobil sport mewah Lamborghini berwarna hitam yang terparkir disana.
Kaca mobil itu perlahan turun dan ada seorang pria tampan yang menyunggingkan
senyum khasnya. “Adrian???”tanya sisil heran “iya, gue emang nyuruh selta tetep
stay di rumah, dan gue yang jemput loe”jawab adrian santai “ayo”tambahnya lagi
“eum,, iya”jawab sisil.
Sesampainya
mereka di tujuan, adrian mengajak sisil untuk duduk di bangku yang sudah di
siapkan olehnya. Dan tanpa basa basi Adrian langsung mengungkapkan apa maksud
hatinya menyuruh sisil kemari. “loe masih inget 2 kata di pantai
kemarin??”tanya adrian “iya, gue inget, di pasir itu bertuliskan SISIL
GUE”jawab sisil “loe tau, maksudnya”tanya adrian lagi “enggak, kata itu nggak
lengkap, still 3 word missing”jawab sisil “oke, sekarang gue mau kasih tau loe
3 kata itu. Sisil, loe tau pertama kali kita bertemu?saat gue dan loe tabrakan?loe
marah sama gue, dan entah mengapa saat itu, gue merasa loe itu beda dari cewek
lainnya, loe natural, dan saat itu gue mulai tertarik sama loe, sampai akhirnya
gue lakukan segala cara untuk kenal loe lebih dekat, melalui selta, dan meta
sahabat loe, tanpa loe tau, gue korek semua informasi tentang diri loe, gue
penasaran”jelas adrian “mak..maksud loe???”tanya sisil mulai gugup dan tak
percaya akan ucapan adrian “yah, gue tau selama ini status kita adalah murid
dan guru, tapi sil, perasaan ini nggak bisa gue sembunyiin lagi, gue nggak
kuat”ucap adrian “tapi ad....”kaliamat sisil terpotong “hust.. dengerin
gue”ucap adrian memotong kalimat sisil sereya meletakkan telunjuknya pada bibir
sisil, sisil hanya diam menurut. “3 kata itu potongan dari 5 kata itu, 5 kata
itu adalah, SISIL GUE SUKA SAMA LOE, apa loe mau jadi pacar gue?”tanya adrian
to the point. Sisil hanya terdiam dan tak percaya, tanpa pikir panjang sisil
yang sebenarnya juga memiliki perasaan yang sama lari meninggalkan adrian,
dengan cepat adrianpun mengejar sisil dan menggenggam pergelangan tangan sisil erat hingga sisil menghentikan
langkahnya. Sisil terduduk lemas dan tiba-tiba menangis. Adrianpun berjongkok dan memeluk sisil. “Sorry adrian,
walaupun sebenarnya gue juga suka sama loe, tapi gue nggak sempurna buat loe,
dan loe... loe terlalu sempurna buat gue, seharusnya loe bisa mendapatkan orang
yang lebih baik dari gue”ucap sisil diiringi tangisnya “Sil, bagi gue loe sempurna, loe beda dari
cewek lain yang gue kenal, loe istimewa sil, jadi gue tanya sekali lagi, apa
loe mau jadi pacar gue?”tanya adrian lagi. Sisil hanya mengangguk tak bisa
menjawab karena masih terisak. Adrian yang bahagia memluk sisil erat. Namun
disisi lain sepasang mata melihat dengan derai tangisnya. Ya, dia adalah Meta sahabat
sisil. Ia telah menduga bahwa ini akan terjadi. Adrian tak pernah melihatnya,
bahwa ia mencintai adrian. Ia sadar, bahwa mungkin memang adrian bukan
untuknya. Meta hanya lari dengan tangisnya dan memasuki mobil toyota Yaris
miliknya dan pergi meninggalkan adrian dan sisil.
SELESAI
DARI
CERITA INI DAPAT DIAMBIL BAHWA, JIKA MEMANG INGIN MENDAPATKAN ORANG YANG MEMENG
BENAR UNTUKMU, JADILAH DIRIMU SENDIRI. SEORANG YANG TULUS MENCINTAIMU AKAN
MELIHATMU DENGAN HATINYA BUKAN DENGAN TATAPAN NAFSUNYA. CARILAH SESEORANG YANG
BISA MEMBERIMU TANPA HARUS KAU MEMINTA. KARENA HATI ITU DIPILIH BUKAN MEMILIH.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Drop Your Comen Here,,,
Thank You After Visit My Blog